TEWAS TERSAMBAR KERETA : Subaryadi Diledek 'Ndeso' karena Tidak Berani Duduk di Tengah Rel

04 Oktober 2013 18:27 WIB Sunartono Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Tiga orang karyawan rumah makan "Sabar Menanti" jalan Solo, Kalitirto, Berbah Sleman http://www.harianjogja.com/baca/2013/10/04/tewas-tersambar-kereta-kronologi-nongkrong-nahas-di-rel-mangunan-453502" target="_blank">tersambar kereta api saat nongkrong di dekat rel Mangunan, Kalitirto, Berbah Sleman Kamis (3/10/2013).

Mereka adalah Bhekti, 17, Yanti, 25 dan Tika, 17. Dua orang rekan mereka yakni Tria Nur Rahma, 16 dan Subaryadi berhasil selamat setelah melompat dan hanya mengalami luka ringan.

Subaryadi mengaku sudah berkali-kali mengingatkan para rekannya tersebut untuk berpindah tempat duduk. Menurut dia, dua teman-temannya ngeyel. Bahkan, korban sempat meledek Subaryadi dengan sebutan ndeso karena dinilai penakut.

"Mereka sudah saya ingatkan, tapi ngeyel. Malah saya dikatakan ndeso, karena tidak berani duduk seperti mereka. Termasuk Bekti yang mengatakan," ucap pria yang baru bekerja sebulan ini.

Setelah beberapa menit mereka bercengkerama, tiba-tiba ada sorotan lampu diikuti dengan bunyi klakson kereta dari arah barat menuju timur di perlintasan rel bagian selatan.

Bekti, Yanti dan Tika memang termasuk duduk paling dekat dengan rel yang akan dilintasi kereta saat itu. Sebelum kereta nyaris berada di dekatnya Subar pun melompat ke arah rel bagian utara yang tidak dilalui kereta.

Ketika kereta api benar-benar melintas di lokasi mereka 'nongkrong', Subaryadi berhasil menyelamatkan diri, begitu pula Tria Nur Rahma, 16, yang mengalami luka lecet di tangan.

Adapun tiga rekan mereka Bhekti, 17, remaja asal Dusun Karanganyar, Walikukun, Gedangsari dan Yanti, 25, asal Ngalang, Gedangsari, Gunungkidul meninggal di rumah sakit Panti Rini, Jumat (4/10/2013) pukul 04.00 wib.

Selain keduanya, satu korban yakni Tika, 17, warga Kebonjero, Pengkol, Nglipar yang sempat kritis di RS Panti Rini juga tewas pada Jumat (4/10/2013) siang.