Walikota Jogja Buka Pameran Sesepuh Seni di TBY

31 Oktober 2013 09:48 WIB Nina Atmasari Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Walikota Jogja Haryadi Suyuti membuka pameran seni rupa yang bertajuk “Ngawe Kadang” yang digelar Komunitas Perupa Wedangan, Rabu, (30/10/2013) malam di Taman Budaya Jogja.

Sekitar 27 perupa ikut ambil bagian dalam pameran yang digelar dari tanggal 30 Oktober hingga 5
November 2013 ini.

Haryadi Suyuti mengapresiasi kegiatan pameran seni rupa oleh para perupa senior dan mengucapkan selamat kepada mereka. Ia mengatakan kehadiran para seniman khususnya para perupa dengan karya-karya istimewanya di kota Jogja akan memberikan arti penting bagi kota ini dan menjadikan Jogja semakin istimewa.

Lebih lanjut ia berharap para perupa yang sebagian besar berusia di atas 50 tahun ini untuk tetap berkarya, menyuarakan hati melalui karya seni yang bisa dinikmati oleh banyak pihak, dan dapat menjadi panutan bagi para perupa muda lainnya.

Ketua panitia pameran seni rupa “Ngawe Kadang”, Slamet Diyanto mengatakan sebagaian besar peserta pameran ini adalah para perupa yang berusia di atas 50 tahun.

Mereka berani tampil untuk berpameran dengan tujuan untuk menunjukkan bahwa mereka (perupa sepuh ) masih ada dan terus ada sehingga tidak dilupakan oleh para perupa muda dan penikmat seni lainnya.

“Kami perupa sepuh memberanikan diri untuk tampil berpameran dengan harapan bahwa kami masih ada dan terus ada sehingga kami tidak terlupakan di dalam mewarnai khasanah seni rupa di Indonesia,” ujar Slamet Riyanto.

Peserta pameran tidak saja berasal dari Jogja tetapi juga dari luar Jogja.

Para perupa yang ikut ambil bagian dalam pameran ini adalah AZF Tri Hadiyanto, Slamet Riyanto Faymos, Agus Spartomo, Edi Wahyanto, Sudirman Saputra, C. Slamet Riyanto, Soeharto Pr, Soenarto Pr, Soepono Pr, Naima
F Soer, Bambang Sukono Wijoyo, Daryono Yunani, Dunadi, Hadi Wijaya, Ibnu Wibowo, Mahyar Suryaman, Mudhofier, Slamet Wijaya , Soegeng Sumaryono,

Sudirman, Sugiyanto, Suhartono, Suwaji, Tatang Maruto, Teguh H.,Tulus W, Yamiek, dan Yunus Sunarto.