40 Penumpang Masih di KM Mutiara Sentosa II, Menunggu Evakuasi
Kebakaran KM Mutiara Sentosa II di perairan utara Sumenep menyisakan 40 penumpang di kapal. Sebanyak 218 orang selamat dan 4 meninggal dunia.
Harianjogja.com, SLEMAN- Kades Kepuharjo Kecamatan Cangkringan Sleman, Heri Suprapto, berharap penentuan zona terlarang Merapi tidak secara kaku.
Ia mengaku menyambut positif program itu. “Kalau bisa empat dusun jangan dimasukkan zona terlarang,” katanya, di sela lokakarya Pemetaan Kolaboratif Zona Rawan Bencana Merapi di Hotel Grand Dafam, Rabu (30/10/2013).
Empat dusun itu adalah Kopeng, Srunen, Panguk dan Petung. Heri beralasan, meski masuk kawasan terdampak erupsi, warga di empat dusun itu memungkinkan untuk menyelamatkan diri jika terjadi erupsi.
Itu yang mendorong warga tetap bertahan tinggal di tempat asal. Di sisi lain, sebagian besar warga bekerja sebagai petani yang mengandalkan hidup di lahan zona terlarang itu.
Senior Disaster Management Adviser World Bank, Iwan Gunawan, menambahkan pemetaan yang menyertakan warga di kawasan bencana ini diharapkan bisa dilegalkan menjadi rencana zonasi terbaru. Menurutnya, dengan skala 1:2.000 bisa dipakai sebagai skala zonasi.
Dengan peta tersebut, diharapkan akan muncul daerah-daerah mana yang merupakan daerah yang sama sekali harus netral dari permukiman, termasuk daerah yang pertumbuhannya harus terus dikurangi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran KM Mutiara Sentosa II di perairan utara Sumenep menyisakan 40 penumpang di kapal. Sebanyak 218 orang selamat dan 4 meninggal dunia.
Kejagung memeriksa tiga saksi dalam kasus dugaan TPPU Febrie Adriansyah, terdiri atas satu pihak swasta dan dua saksi perbankan.
BGN meminta guru mengedukasi siswa agar MBG dikonsumsi sesuai ketentuan dan tidak dibawa pulang karena berisiko memicu keracunan.
IHSG ditutup turun 1,53% ke 6.267,88. Pasar menanti hasil tinjauan MSCI Agustus yang diumumkan 12 Agustus 2026.
Belanja pegawai Kulonprogo masih di atas 30% APBD. DPRD mendorong efisiensi birokrasi dan penguatan PAD tanpa mengurangi layanan publik.
Progres Tol Jogja-Solo Trihanggo-Junction Sleman mencapai 88 persen. Proyek dikebut agar bisa difungsionalkan saat Nataru.