Penataan Malioboro Jangan Sampai Merugikan Warga

03 Februari 2014 12:15 WIB Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Komunitas di kawasan Malioboro berharap proses penataan kawasan wisata utama di Kota Jogja tersebut dapat dilakukan secara humanis sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

"Misalnya saja ada komunitas yang harus dipindah dari kawasan Malioboro, maka proses pemindahan atau penataannya perlu dilakukan secara humanis," kata Ketua Lembaga Pemberdayaan Komunitas Kawasan Malioboro (LPKKM) Rudiarto, Minggu (2/1/2014).

Menurut dia, komunitas sepakat dengan proses penataan kawasan Malioboro karena bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung dan berujung pada peningkatan kesejahteraan komunitas serta pelaku ekonomi di wilayah tersebut.

Kawasan Malioboro direncanakan akan diubah menjadi kawasan pedestrian, sehingga dimungkinkan komunitas parkir akan dipindahkan dari kawasan tersebut. Selama ini, pengunjung Malioboro dapat memarkirkan kendaraan roda dua di trotoar sisi timur jalan.

"Juru parkir yang dipindahkan dari kawasan Malioboro harus tetap diakomodasi pekerjaannya oleh pemerintah. Misalnya dipindah ke lokasi parkir baru," katanya.

Rudiarto mengatakan, sudah mengikuti setidaknya tiga kali sosialisasi mengenai penataan Malioboro. Namun, dari sosialisasi yang diikutinya, belum ada gambaran mengenai konsep penataan yang akan dilakukan.

"Semuanya belum ada kepastian. Ada beberapa pelaku usaha, seperti pemilik toko yang masih mengkhawatirkan proses bongkar muat barang apabila Malioboro menjadi pedestrian," katanya.

Ia berharap, pemerintah segera bisa memberikan sosialisasi mengenai konsep penataan Malioboro yang lengkap dan utuh, termasuk untuk menjawab berbagai kekhawatiran dari komunitas dan pelaku usaha di tempat tersebut. (JIBI/Harian Jogja/Antara)