PABRIK SABU : Fahrur Rozi Jarang Bergaul, Rumah Dipasangi CCTV

HarianJogja/Gigih M. HanafiPuluhan tersangka kasus narkoba bersama barang bukti saat gelar kasus di Mapolda DIY, Jl. Ring road Utara, Sleman, Selasa (4 - 2). Dari 40 tersangka kasus narkoba tersebut di amankan barang bukti berupaganja 191,57 gram,sabu 1,35 gram,16 butir psikotropika,empat butir metilon serta satu tersangka pembuat sabu bernama Fahrur Rozi.
05 Februari 2014 08:30 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

Polda DIY menggrebek rumah Fahrur Rozi, 40, di Perumahan Puri Tamanan Indah, Banguntapan, Bantul lantaran menjadi tempat produksi sabu-sabu. Bagaimana gelagat penghuni dan aktifitas rumah itu dikenal warga. Berikut laporan wartawan Harian Jogja, Bekti Suryani & Sunartono.

Rumah bernomor C1 di Puri Tamanan Indah, Grojogan Banguntapan, Bantul itu hanya berjarak sekitar empat meter dari Masjid Rahmatan Lil-Alamin yang terletak saling berhadapan.

Sudah sejak tujuh bulan terakhir rumah bercat hijau itu ditinggali Fahrur Rozi, 40 dan isterinya Jeni serta dua anak mereka yang masih anak balita. Fahrur Rozi dikenal warga sekitar sebagai orang yang tertutup. Sabar, penjaga keamanan Perumahan Puri Tamanan Indah hanya sesekali melihatnya melintas menggunakan mobil MPV warna putih. Namun ia tak begitu jelas melihat wajah Fahrur karena terhalang kaca mobil. Yang warga tahu ia berbisnis jual beli mobil. "Kalau tegur sapa enggak pernah," ungkapnya saat ditemui Selasa (4/2) sore.

Salah seorang warga yang tak mau identitasnya diungkap menuturkan, Fahrur tak pernah terlibat dalam kegiatan warga perumahan seperti kumpul RT atau arisan. Hanya isterinya Jeni asal Aceh yang sesekali terlibat kegiatan sosial.
Namun tak ada kecurigaan warga bila di rumah itu ada aktivitas memproduksi barang haram sabu-sabu. Warga kata sumber itu, hanya curiga, rumah itu dipasang CCTV sejak rumah itu mulai ditempati penghuninya Juni tahun lalu. "Rumahnya dipasang CCTV, mereka itu mengontrak belum lama. Kata penghuni rumah CCTV-nya dipasang yang ngontrak," imbuhnya.

Meski dipasang CCTV setahu warga tidak banyak orang keluar masuk rumah tersebut. Hanya sesekali warga melihat mobil keluar masuk rumah Rohzi. Tapi siapa orang yang bertamu, tidak ada yang tahu. "Masuk ke dalam atau menginjakkan kaki ke rumah itu saja enggak pernah," kata seorang warga yang mengenalkan dirinya sebagai Ibu Mul.
Apalagi, isterinya Jeni kerap tak berada di rumah. Dalam sebulan hanya beberapa kali ia pulang. Alhasil, tak banyak pembicaraan dengan penghuni rumah.

Warga baru kaget setelah polisi menggeledah rumah itu. Di dalam rumah itu polisi menemukan prekusor untuk membuat sabu seperti aqua distila, metanol dan brataco. Meski tak merugikan warga sekitar, Ibu Mul mengaku jengkel dengan kejadian itu.
"Kami juga jengkel, rumahnya itu pas di depan masjid kok ya orangnya begitu. Mungkin sengaja memilih dekat masjid biar orang enggak curiga," katanya.

Sejak kejadian itu, rumah berpagar coklat itu kosong tidak ada satu pun orang yang berkunjung. Pintu pagar terkunci, hanya ada beberapa perkakas seperti tong sampah plastik dan keset kaki yang tersisa di depan rumah.