Anggaran Terbatas, 2 Sekolah Di Kulonprogo Batal Direhab

Para siswa MTsN Mlinjon Filial Srebegan di Kecamatan Ceper, Klaten belajar di ruang kelas yang masih tembok bata dan atap yang belum tertutup langit-langit. Pembangunan ruang kelas tersebut merupakan swadaya dari para guru dan komite karena kurangnya perhatian dari pemerintah. Foto diambil, Senin (2/12/2013). (Ayu Abriyani KP/JIBI - Solopos)
23 Februari 2014 09:13 WIB Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO— Beberapa sekolah di Kabupaten Kulonprogo yang sempat tercantum akan menerima dana alokasi khusus (DAK) untuk rehabilitasi sekolah di tahun ini, seperti SDN Kradenan Sentolo dan SDN Banjarharjo dicoret.

Kasi Sarana dan Prasarana Disdik Kulonprogo, Yulianto, menuturkan, pencoretan dua sekolah tersebut karena keterbatasan anggaran DAK yang dialokasikan untuk perbaikan fisik SD di Kulonprogo.

Menurut dia, tahun ini Pemkab sempat menganggarkan untuk perbaikan fisik 12 sekolah dasar dengan anggaran Rp1 miliar. Akan tetapi, pada pengecekan ulang di lapangan yang dilakukan pada Januari lalu, justru masih ada sekolah lain yang harus diperbaiki mendesak, sehingga dua sekolah tersebut tidak diprioritaskan menerima DAK pada 2014.

“Kami belum tahu berapa banyak sekolah lagi yang akan dicoret karena pengecekan masih berlangsung,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (21/2/2014).

Yuli mengatakan, dasar penganggaran untuk perbaikan 12 sekolah dengan asumsi besaran biaya yang dibutuhkan tidak lebih dari Rp100 juta per sekolah. Kenyataannya, ketiga SD tersebut membutuhkan biaya rehabilitasi minimal Rp200 juta karena perbaikan untuk empat ruang kelas. Biasanya, perbaikan untuk sekolah tidak lebih dari dua ruangan.

Secara keseluruhan, total anggaran DAK 2014 sekitar Rp6,5 miliar. Sebanyak Rp5,5 miliar akan digunakan untuk pengadaan buku kurikulum baru dan Rp1 miliar untuk fisik konstruksi termasuk rehabilitasi gedung sekolah yang rusak.