DVI Polri Identifikasi 2 Jenazah Korban KM Virgo Transport 8
DVI Polri mengidentifikasi dua dari enam jenazah korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 129 orang masih dalam pencarian.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kulonprogo optimistis rancangan perundang-undangan daerah (Raperda) yang diusulkan di 2014 dapat terealisasi seluruhnya. Dari 12 Raperda yang disepakati, lima di antaranya sudah disahkan.
“Melihat kinerja dewan akhir-akhir ini, kami optimistis semua dapat diselesaikan. Malahan mungkin bisa bertambah lagi, karena biasanya di APBD Perubahan ada usulan rancangan baru lagi,” kata Kasubag Hukum dan Perundang-undangan Sekretariat DPRD Kulonprogo, Endang Sumiyatun, Rabu (23/4/2014).
Menurut dia, sisa waktu yang ada tujuh prolegda yang dapat terselesaikan. Malahan setelah disahkannya dua raperda, yakni Peraturan Kawasan Tanpa Rokok dan Pengelolaan Pertambangan Mineral dan Batubara, eksekutif sudah merencanakan memasukkan 3 raperda baru untuk dibahas di DPRD Kulonprogo.
“Saya belum tahu secara rinci, rancangan apa yang akan dimasukan. Tapi, biasanya setelah disahkanya suatu raperda, pemerintah akan memasukan rancangan perundagan yang baru lagi,” ungkapnya.
Keyakinan Endang ini memiliki dasar dan alasan yang kuat. Pasalnya, secara kinerja, semangat anggota dewan tahun ini lebih produktif dibandingkan periode yang sama di 2013 lalu. Dalam tempo relatif sama, tahun ini DPRD Kulonprogo mampu menyelesaikan lima perda. Sedangkan di 2013, hanya mampu menyelesaikan tiga raperda saja.
Meski demikian, optimisme itu sedikit dibayangi rasa kekhawatiran akibat adanya komposisi pergantian anggota dewan dari periode 2009-2014 ke anggota dewan periode 2014-2019. Namun, dia tetap yakin anggota dewan yang baru nantinya bisa menyelesaikan rancangan yang telah disepakati sejak awal.
“Ya saya berharap kinerjanya semakin baik. Jadi semua dapat berjalan seperti apa yang direncanakan,” ungkapnya lagi.
Dia menceritakan, tidak ada batasan waktu pasti berkaitan dengan penyelesaian Raperda baru. Bisa saja, hanya dalam waktu satu bulan sejak diajukan peraturan tersebut bisa disahkan. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa penyelesaian sebuah aturan baru memakan waktu berbulan-bulan.
“Tergantung dengan bobot Perda yang dibahas. Namun, waktu minimal untuk menyelesaikan sebuah Perda sekitar satu bulan,” sebut dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DVI Polri mengidentifikasi dua dari enam jenazah korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 129 orang masih dalam pencarian.
KHL kembali dibahas dalam formula upah minimum 2027. Pemerintah, buruh, dan pengusaha memiliki pendekatan berbeda soal pengupahan.
Radinka Wiratama, 16 tahun, menjadi atlet termuda esports Indonesia di Asian Games 2026 setelah meniti karier profesional sejak usia 15 tahun.
BGN DIY menegur pegawai SPPG Muntuk, Dlingo, Bantul, terkait video viral yang diduga mengolok-olok korban keracunan MBG di Karo.
Tiffany Young menutup konser Jakarta dengan Into the New World, lagu debut Girls' Generation yang dirilis pada 2007.
Khayla Labiba Nasjmi mencetak 11 gol di MLSC Yogyakarta 2026. Pemain SDN Baturetno itu bermimpi mengikuti jejak pesepak bola putri ke Timnas.