RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Sejumlah calon anggota legislatif (caleg) DPRD Gunungkidul geram karena sudah menghabiskan uang hingga ratusan juta rupiah, namun tidak berhasil lolos ke kursi DPRD.
Salah satu caleg yang emosi karena tidak terpilih adalah Dadang Iskandar dari Partai Demokrat. Caleg nomor urut dua daerah pemilihan IV (Rongkop, Girisubo, Tepus, Tanjungsari) ini menghabiskan dana sebanyak Rp300 juta.
Dia mengakui melakukan politik uang meski akhirnya kalah. “Caleg lainnya juga money politic lebih besar,” klaimnya, saat bercerita kepada Harianjogja.com, baru-baru ini.
Seorang caleg dari Partai Golkar Margiyo menambahkan, selama tujuh bulan kampanye hingga menjelang pencoblosan, ia menghabiskan dana sebesar Rp200 juta. Dana tersebut diakuinya dana pribadi.
Dana itu habis dibagikan kepada warga dalam bentuk pembangunan balai dusun, jalan, dan kas RT dan RW. Bantuan yang diberikan dengan harapan bisa terpilih itu dianggapnya tidak sesuai dengan kenyataan karena ia tidak mendapatkan suara yang banyak.
“Contohnya bantuan keramik di balai dusun dari 267 suara saya hanya mendapat 17 suara. Ini kan bentuk pengingkaran,” ucap dia.
Padahal, Margiyo mengklaim, selama kampanye tidak pernah membagi-bagikan uang kepada person, namun uang itu dia bagikan dalam bentuk pembangunan. “Saya kalau ngdum person tidak senang tapi kalau pembangunan senang,” kata dia.
Dia menuduh caleg lainnya “menyerang” detik-detik menjelang pencoblosan dengan uang Rp50 ribuan. Hal itu dia akui berdasarkan laporan sejumlah timsesnya dan terbukti suara Margiyo di daerah pemilihan V tidak signifikan.
Margiyo merupakan Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Gunungkidul 2009-2014. Awal mula menjadi anggota dewan lima tahun lalu ia maju melalui Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN). Namun ditengah jalan dia pindak ke Golkar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus dugaan penganiayaan di Daycare Jogja bertambah jadi 27 tersangka, dengan 103 anak korban. Polisi masih kembangkan penyidikan.
Bantul lanjutkan restorasi Gumuk Pasir Parangkusumo dengan penebangan vegetasi demi mengembalikan fungsi alami kawasan langka.
Prof Dante tegaskan obesitas adalah penyakit serius yang meningkatkan risiko jantung dan kanker, perlu penanganan menyeluruh.
BRIN dorong pembahasan RUU Pemilu dipercepat agar Pemilu 2029 berjalan berkualitas dan sesuai tahapan.
Fadli Zon dorong Museum Pos Indonesia di Bandung jadi cagar budaya nasional karena nilai sejarahnya yang penting bagi bangsa.