Advertisement
Tujuh Camat Baru di Sleman Dilantik
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Bupati Sleman, Sri Purnomo, melantik 22 pejabat eselon III dan IV di Pendapa Parasamya Setda Sleman, Jumat (21/11/2014).
Mereka terdiri dari tujuh camat, dua kepala bagian, empat sekretaris kecamatan, dua kepala bidang, empat kepala sub bagian, dan satu kepala seksi.
Advertisement
Tujuh camat yang dilantik adalah Joni Suhartana (Pakem), Subagya (Ngemplak), Musta’in Aminun (Moyudan), Suyudi (Mlati), Anggoro Aji Sunaryono (Ngaglik), Edi Harmana (Cangkringan), dan Siti Wahyu Purwaningsih (Turi). Para camat baru tersebut dituntut membina penyelenggaraan pemerintah desa.
“Tugas camat cukup strategis, di antaranya melakukan pengangkatan dan pemberhentian calon perangkat desa, mengevaluasi pelaksanaan tugas jabatan kepala desa, mengevaluasi APBDes [Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa], memfasilitasi kerja sama antardesa, mengkoordinasi pembinaan masyarakat desa, serta pembinaan umum lainnya,” kata Sri Purnomo, dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Jumat.
Sementara itu, Sukarno yang sebelumnya merupakan Kepala Bagian Pemerintah Desa bertukar tempat dengan Mardiyana, Kepala Bagian Umum Setda Sleman. “Semoga alih tugas ini mampu meningkatkan fungsi Sekretariat Daerah dalam memformulasikan kebijakan,” ujar Sri Purnomo.
“Terlebih, menciptakan pemerintahan yang baik butuh kecepatan dalam pengambilan kebijakan daerah untuk mengatasi dan mengantisipasi permasalahan di lapangan,” katanya menambahkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Dari Banjir Aceh ke Lonjakan Ekspor, Kafe Tanjoe Kopi Eksis di Jogja
Advertisement
Berita Populer
- Viral Pria Ditemukan Tewas di Dekat Stasiun Tugu, Mobil Terbuka
- ASN DIY WFH Tiap Rabu, Perjalanan Dinas dan Kendaraan Juga Dihemat
- DIY Buka Rekrutmen Magang Dalam Negeri hingga 30 April, Ini Syaratnya
- Motor Hantam Bus di Simpang Kotagede, Pengendara Tewas
- Kecelakaan Lalu Lintas Jadi Epidemi Baru, Ini Penjelasan Pakar
Advertisement
Advertisement




