Advertisement

KERAJINAN UNIK : Anyaman Tanah Dijual Sebagai Koleksi Seharga Rp5 juta-Rp15 juta

Bhekti Suryani
Rabu, 26 November 2014 - 15:20 WIB
Mediani Dyah Natalia
KERAJINAN UNIK : Anyaman Tanah Dijual Sebagai Koleksi Seharga Rp5 juta-Rp15 juta Asep Maulana Hakim menunjukan anyaman keranjang ayam dari tanah liat hasil karyanya, Selasa (25/11/2014). (JIBI/Harian Jogja - Bhekti Suryani)

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA-Awalnya mengobati patah tulang, kini menganyam tanah liat. Adalah Asep Maulana Hakim. Upaya ini dilakukan untuk mendobrak batasan yang selama ini dibuat manusia.

Guna menghasilkan anyaman yang rumit seperti keranjang wadah ayam, Asep butuh waktu hingga 20 hari. Sementara anyaman seperti kipas pengerjaannya hanya butuh waktu sepekan.

Advertisement

“Karena dari tanah liat, anyaman ini bukan dipakai untuk keperluan sehari-hari. Ini hanya produk seni yang dipajang,” kata ayah dari Satria Alsatir dan Pelangi Alsatir itu.

Pembelinya juga kebanyakan kolektor seni, turis mancanegara, hingga selebriti Tanah Air. Harga anyaman tanah ia jual mulai dari Rp5 juta hingga Rp15 juta per buah. Hingga saat ini, lelaki yang lulus dari ISI pada 2012 itu telah menciptakan lebih dari 20 anyaman tanah. Puluhan anyaman itu sebagian ia ikutkan dalam berbagai pameran di Jogja dan Jakarta.

Bagi Asep, menganyam tanah liat tak sekadar menciptakan barang seni lalu menjualnya demi meraup keuntungan. Lebih dari itu, Asep terdorong karena semangat melestarikan tradisi. “Menganyam itu bagian dari kekayaan Indonesia, itu juga tradisi yang harus dilestarikan,” ujar suami dari Weli Damiyati itu.

Harapan Asep mulai berbuah hasil. Temuanya menciptakan anyaman tanah kini diadopsi menjadi salah satu pelajaran bidang seni kriya di Institut Seni Indonesia (ISI). Ia berharap, semakin banyak masyarakat melestarikan tradisi menganyam.

Meski telah aktif menganyam tanah, Asep tetap tak meninggalkan pekerjaannya sebagai tukang pijat. Ia biasa melayani panggilan memijat untuk menyembuhkan patah tulang, stroke hingga epilepsi.

“Kalau saya berhenti memijat, saya berdosa karena tidak menggunakan kemampuan untuk menolong orang lain,” tuturnya seraya tertawa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Erupsi, Gunung Marapi Mengeluarkan Batu dan Pasir

News
| Minggu, 03 Desember 2023, 23:07 WIB

Advertisement

alt

Jelang Natal Saatnya Wisata Ziarah ke Goa Maria Tritis di Gunungkidul, Ini Rute dan Sejarahnya

Wisata
| Jum'at, 01 Desember 2023, 19:12 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement