Tak Boleh Jumawa, Lurah Terpilih Diminta Rangkul Semua Warga
Pilur Gunungkidul di 31 kalurahan berjalan lancar. Lurah terpilih diminta tak jumawa dan merangkul seluruh warga demi kemajuan kalurahan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Jumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Gunungkidul yang bekerja melalui jalur resmi hanya
sekitar 400 orang. Jumlah tersebut berbeda jauh dengan TKI ilegal yang mencapai ribuan orang. Data ini mengemuka dalam
sosialisasi yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga
Kerja Indonesia (BNP2TKI) di Balai Desa Ngunut, Jumat (28/11/2014).
Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Gunungkidul Dwi Warna Widi Nugraha mengatakan, saat ini
masih banyak TKI yang bekerja melalui jalur gelap. Padahal, untuk bekerja di luar negeri, Pemkab sudah menyiapkan jalur
secara resmi.
“Kenyataannya memang seperti itu, masih banyak orang yang bekerja secara ilegal,” ungkap Dwi di sela-sela sosialisasi.
Dia menambahkan,saat ini jumlah TKI resmi di Gunungkidul ada sekitar 400-an orang. Kondisi itu berbeda jauh dengan jumlah TKI
ilegal yang mencapai ribuan orang.
Tak dipungkiri, bekerja di luar negeri masih menjadi salah satu alternatif untuk mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi. Kepala
BNP2TKI DIY, Suparjo mengungkapkan, ada 73 negara yang menjadi tujuan para TKI DIY. Hingga saat ini ada sekitar 6.873 pekerja
asal DIY yang bekerja di luar negeri. Tempat kerja TKI paling banyak tersebar di Benua Asia, mulai dari Malaysia, Taiwan, Jepang,
dan Korea.
“Namun ada juga yang bekerja di Amerika atau ikut kapal pesiar. Untuk tahun ini, kami sudah mengirimkan 1.900-an.
Saat ini, BNP2TKI fokus mengirim tenaga kerja ke tempat yang memiliki badan hukum.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur Gunungkidul di 31 kalurahan berjalan lancar. Lurah terpilih diminta tak jumawa dan merangkul seluruh warga demi kemajuan kalurahan.
PSS Sleman tak mengambil libur selama jeda internasional. Pieter Huistra menggenjot fisik pemain dan membenahi setiap lini.
Cuaca panas menjadi tantangan 64 tim KMHE 2026 di Unej karena memengaruhi performa mesin, kelistrikan, ban, hingga baterai kendaraan.
Pangkogabwilhan III menyebut dua pimpinan OPM tewas dalam kontak senjata dengan TNI di Distrik Aifat, Maybrat, Papua Barat Daya.
Dua gempa mengguncang Sumba dan Aceh selang 41 menit 41 detik. Pakar menjelaskan keduanya tidak berkaitan secara tektonik.
Afriana, warga Klaten yang bekerja di Jepang, rela menempuh perjalanan lima jam untuk mendukung atlet Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.