OPINI: Panas Ekstrem, Bencana Sunyi yang Menggerus Ekonomi
Panas ekstrem diam-diam menggerus ekonomi Indonesia. Saatnya beralih dari respons bencana ke adaptasi iklim yang antisipatif.
Wahana Tri Tunggal (WTT) melakukan demonstrasi penolakan bandara Kulonprogo (JIBI/Harian Jogja/Switzy Sabandar)
Bandara Kulonprogo, WTT mengaku puas dapat bertatapan langsung dengan bupati dan menyampaikan uneg-uneg.
Harianjogja.com, KULONPROGO-Warga Wahana Tri Tunggal (WTT) mengaku puas dapat bertemu dengan Bupati Kulonprogo, sekalipun belum ada titik temu. Pasalnya, agenda pertemuan ini sempat terancam batal karena perdebatan soal teknis tempat pelaksanaan.
Bupati Kulonprogo mengizinkan ratusan warga WTT datang menemuinya di Kota Wates, Rabu (14/1/2015) siang. Pertemuan tatap muka dengan Bupati dilakukan oleh perwakilan warga WTT yang berjumlah sekitar 20 orang di pendopo Rumah Dinas Bupati.
Sementara, ratusan warga lainnya menunggu di jalan depan Rumah Dinas Bupati sembari berorasi dan meneriakkan yel-yel tolak bandara. Dari informasi yang dihimpun Harianjogja.com di lapangan, aksi tersebut juga diikuti oleh mahasiswa yang tergabung dalam Sekolah Bersama (Sekber).
Dalam pertemuan yang berjalan satu jam, perwakilan warga menyampaikan alasan menolak pembangunan bandara di Kecamatan Temon. Tanah pesisir yang dianggap subur oleh masyarakat serta warga yang sudah sejahtera menjadi topik utama aspirasi.
“Tidak perlu berpikir soal besok-besok, yang jelas lihat saja kondisi warga saat ini sudah sejahtera,” ujar Wasiyo, salah satu warga WTT.
Sugito, warga lainnya, menekankan, lahan pertanian di Temon subur sehingga tidak layak dikorbankan menjadi lahan pembangunan bandara. Terbukti, kata dia, jika musim kemarau panjang areal pertaniannya tidak pernah kekurangan air.
“Kalau kami digusur, kami sudah tidak bisa apa-apa lagi,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Panas ekstrem diam-diam menggerus ekonomi Indonesia. Saatnya beralih dari respons bencana ke adaptasi iklim yang antisipatif.
Kim Jong Un mengungkap rencana pengembangan senjata bawah air rahasia sebagai bagian dari modernisasi angkatan laut Korea Utara.
Megawati Soekarnoputri membuka pameran Mata Hati Soekarno di Bantul. Sebanyak 47 perupa menafsirkan pemikiran dan warisan Bung Karno.
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin melaju ke final Indonesia Open 2026 usai mengalahkan Sabar/Reza. Indonesia menempatkan dua wakil di partai puncak.
Kemdiktisaintek mengevaluasi Program Mahasiswa Berdampak 2025 di UAD. Sebanyak 263 proposal lolos dengan total pendanaan Rp30,1 miliar.
RSUD Banyumas meluncurkan layanan Cathlab yang terintegrasi BPJS Kesehatan untuk mempercepat penanganan pasien jantung tanpa rujukan keluar daerah.