Harga BBM Turun, Nelayan dan Sopir Sumringah

Puluhan kapal Jukung milik nelayan tradisional bersandar di dermaga Pantai Sadeng. Akibat kalah bersaing dengan kapal besar, banyak yang berhenti melaut. Foto diambil Jumat (7/11/2014). (JIBI/Harian Jogja - David Kurniawan)
17 Januari 2015 18:10 WIB Kusnul Isti Qomah Gunungkidul Share :

Harga BBM turun disambut sukacita oleh nelayan dan sopir di Gunungkidul

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Kabar penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mendapatkan sambutan hangat dari nelayan dan sopir di Gunungkidul.

Ketua Kelompok Nelayan Pantai Baron Mina Samudra Margono mengatakan, kabar turunnya BBM merupakan kabar yang ditunggu-tunggu. Sejak mendapatkan kabar tersebut, menurutnya, para  nelayan bisa tersenyum lebar.

“Semoga betul-betul turun. Sejak dapat kabar kemarin sore [Kamis] , kami benar-benar bungah [senang],” ujar dia, Jumat (16/1/2015).

Kegembiraan tersebut, menurut dia, merupakan hal yang wajar. Pasalnya, nelayan bisa menghemat pengeluaran untuk bakan bakar ketika mencari ikan. Ia menjelaskan, setiap kapal bisa menghabiskan bahan bakar sebanyak 15 liter hingga 30 liter setiap melaut.

“Jauh dekatnya nelayan melaut mempengaruhi banyaknya bahan bakar. Hitungannya, setiap satu mil jarak pencarian menghabiskan 15 liter untuk pulang pergi,” jelas dia.

Ketika harga BBM naik, nelayan risau. Menurutnya, nelayan menjadi bingung karena kesulitan menaikkan harga ikan. Jika harga dinaikkan, menurutnya, pembeli bisa lari. Namun, jika tidak dinaikkan, nelayan akan rugi.

Kegembiraan serupa diungkapkan Sekretaris Organisasi Angkutan Darat (Organda) Gunungkidul Wasdiyanto. Menurutnya, penurunan BBM akan perpengaruh pada jumlah penumpang. Rencananya, tarif angkutan umum di Gunungkidul akan turun.

“Jika tarifnya turun, diharapkan pengguna angkutan umum kembali banyak,” ungkap dia.

Ia mencontohkan, tarif angkutan umum untuk Jogja-Wonosari kemungkinan besar akan kembali ke tarif semula. Dari Rp10.000 menjadi Rp8.000. Begitu juga dengan tarif angkutan umum lain jurusan yang akan mengalami penurunan.

“Kami sangat mendukung penurunan BBM. Semoga benar-benar turun,” ucap dia.

Sebelumnya, lanjut dia, tarif angkutan umum di Gunungkidul mengalami kenaikan 15 persen. Ia mengatakan, tarif angkutan untuk jurusan Jogja-Wonosari Rp10.000. Sedangkan, tarif angkutan desa dengan minibus antara Rp6.000 hingga Rp9.000.

Ia mengatakan, ada sembilan jalur minibus yakni Wonosari-Jogja, Wonosari-Panggang, Wonosari-Tepus, Wonosari-Munggi, Wonosari-Baran, Wonosari-Ponjong, Wonosari-Nglipar, Wonosari-Ngawen, dan Wonosari-Jepitu.