PELUANG USAHA : Olah Susu Kambing Etawa, Omzet Bulanan Capai Rp100 Juta

Produk susu kambing bubuk juga dijual langsung oleh Etawa Agro Prima di lokasi produksinya di Dusun Kemirikebo, Girikerto, Turi, Sleman. (JIBI/Harian Jogja - Rima Sekarani I.N.)
19 Januari 2015 20:40 WIB Rima Sekarani Sleman Share :

Peluang usaha, ternyata mengolah susu kambing etawa dapat menghasilkan ratusan juta per bulan. Setidaknya inilah yang dialami UMKM Kemirikebo, Etawa Agro prima.

Harianjogja.com, SLEMAN-Etawa Agro Prima, sebuah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Dusun Kemirikebo, Girikerto, Turi, Sleman mengolah susu kambing peranakan etawa menjadi aneka olahan, seperti susu bubuk, permen karamel, dan sabun.

Etawa Agro Prima berdiri sejak 1999. Sebelumnya, beberapa warga setempat memang memiliki ternak kambing. “Awalnya ternak biasa saja, tidak ada pemanfaatan. Lalu waktu itu ada tujuh orang yang dapat pembinaan dari BPTP [Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jogja]. Usaha terus berkembang hingga sekarang sudah punya 35 karyawan,” papar Poniman, koordinator Kelompok Etawa Agro Prima, Rabu (14/1/2015).

Poniman mengatakan setidaknya ada 150 peternak yang menyuplai susu kambing untuk diolah Etawa Agro Prima. Sekali suplai, masing-masing peternak yang berasal dan sekitar Turi dan Kaliurang tersebut umumnya menyuplai 2-5 liter.

“Setiap kali menyuplai, susunya akan kami tampung dan diakumulasikan jumlahnya. Nanti di awal bulan, baru kami berikan gajinya sesuai jumlah susu yang disuplai,” kata pria berusia 34 tahun tersebut.

Setiap hari, Etawa Agro Prima mampu mengolah hingga 300 liter susu cair menjadi 200 kemasan susu bubuk. Varian rasa yang ditawarkan ada lima, yaitu rasa original, cokelat, stroberi, vanila, dan jahe. Satu kemasan berisi 250gram susu bubuk kemudian dijual seharga Rp20.000. Sementara ini, fokus Etawa Agro Prima adalah produksi susu bubuk.

“Kalau permen dan yang lainnya itu tergantung permintaan. Kita utamakan susu bubuk dulu untuk diproduksi rutin,” ujar Poniman.

Meski demikian, Poniman mengaku, pihaknya masih terkendala dalam perizinan produk. Hal itu membuat produk susu bubuk belum bisa dipasarkan melalui toko-toko moderen.

“Masih ada yang belum lolos. Sertifikasi produk organik dan P-IRT sudah, tapi sertifikat MD [Merek Dagang] belum. Susah katena biayanya terlalu banyak karena ada standar khusus,” katanya.

Namun, pemasaran susu kambing bubuk milik Etawa Agro Prima sudah menjangkau wilayah Pulau Jawa dan sekitarnya. Sebab pihaknya menjual secaraonline dan masih sering diajak ikut pameran oleh pemerintah.

Melihat luasnya pemasaran, tidak heran jika omzet bulanan Etawa Agro Prima bisa mencapai Rp100-150 juta.

“Sebelum lebaran tahun lalu malah sampai Rp200 juta. Tapi itu omzet kotor, bersihnya sekitar Rp30 juta,” ungkap Poniman.