PROYEK PERPUSTAKAAN : Sidak, Sultan Temukan Atap Masih Bocor

21 Januari 2015 14:20 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Proyek perpustakaan di Bantul diharapkan ditarget selesai akhir 2015.

Harianjogja.com, JOGJA-Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke lokasi pembangunan perpustakaan daerah di Banguntapan, Kabupaten Bantul, Selasa (20/1/2015). Gedung perpustakaan yang diklaim termegah se-Asia Tenggara ini rencananya selesai akhir tahun ini.

Gedung perpustakaan yang dibangun di atas lahan seluas empat hekatre tersebut tinggal dalam penyelesaian finishing interior. Namun bangunan fisik seperti atap dan tangga ternyata masih belum selesai.

"Harapan saya supaya diselesaikan dibagian atap itu supaya air tidak masuk," kata Sultan.

Sultan juga menemukan pemasangan tangga dan pemasangan lantai bangunan gedung tiga lantai itu belum selesai. Sultan meminta setelah selesai pembangunan fisik agar langsung ke interior, "Karena anggaran interior [tahun ini] sudah dianggarkan," ucap Sultan.

Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY Budi Wibowo menyatakan akan segera menyempurnakan perbaikan atap, tangga dan lantai yang belm rapi.
"Nanti dalam finishing akan disempurnakan," kata dia.

Menurut Budi, pengerjaan finishing itu sejatinya untuk bagian interior dan taman sekitar gedung. Namun demikian nantinya akan digunakan juga untuk penyelesaian beberapa sisi bangunan yang belum sempurna. Anggaran finishing gedung itu Rp18 miliar yang dianggarkan di APBD DIY tahun ini.

"Tahap pelelangan diperkirakan Februari mendatang sudah dimulai untuk pengerjaan finishing," ucap Budi.

Dijelaskan Budi, bangunan gedung perpustakaan itu terdiri dari lantai dasar untuk basement, lantai satu digunakan untuk koleksi umum dengan auditorium dan lantai dua koleksi langka, ruang audio visual ataupun ruang seminar. Disitu juga akan dilengkapi dengan 260 ribu koleksi buku berupa hard. Selain itu juga akan ditambah dengan koleksi buku dalam digital.

Sebelumnya, Budi juga menyampaikan koleksi buku dalam digital (e-book) sebanyak satu juta e-book. "Satu juta e-book dibagi dalam beberapa katagori, seperti jogjasiana, budaya jawa, budaya timur, jurnal akademis, serta koleksi buku-buku internasional," tandas mantan Sekretaris Daerah Kulonprogo ini.