Kemenhut Pastikan Penanganan Kebakaran TNBTS Berjalan Terpadu
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
Proyek perpustakaan di Bantul diharapkan ditarget selesai akhir 2015.
Harianjogja.com, JOGJA-Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke lokasi pembangunan perpustakaan daerah di Banguntapan, Kabupaten Bantul, Selasa (20/1/2015). Gedung perpustakaan yang diklaim termegah se-Asia Tenggara ini rencananya selesai akhir tahun ini.
Gedung perpustakaan yang dibangun di atas lahan seluas empat hekatre tersebut tinggal dalam penyelesaian finishing interior. Namun bangunan fisik seperti atap dan tangga ternyata masih belum selesai.
"Harapan saya supaya diselesaikan dibagian atap itu supaya air tidak masuk," kata Sultan.
Sultan juga menemukan pemasangan tangga dan pemasangan lantai bangunan gedung tiga lantai itu belum selesai. Sultan meminta setelah selesai pembangunan fisik agar langsung ke interior, "Karena anggaran interior [tahun ini] sudah dianggarkan," ucap Sultan.
Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY Budi Wibowo menyatakan akan segera menyempurnakan perbaikan atap, tangga dan lantai yang belm rapi.
"Nanti dalam finishing akan disempurnakan," kata dia.
Menurut Budi, pengerjaan finishing itu sejatinya untuk bagian interior dan taman sekitar gedung. Namun demikian nantinya akan digunakan juga untuk penyelesaian beberapa sisi bangunan yang belum sempurna. Anggaran finishing gedung itu Rp18 miliar yang dianggarkan di APBD DIY tahun ini.
"Tahap pelelangan diperkirakan Februari mendatang sudah dimulai untuk pengerjaan finishing," ucap Budi.
Dijelaskan Budi, bangunan gedung perpustakaan itu terdiri dari lantai dasar untuk basement, lantai satu digunakan untuk koleksi umum dengan auditorium dan lantai dua koleksi langka, ruang audio visual ataupun ruang seminar. Disitu juga akan dilengkapi dengan 260 ribu koleksi buku berupa hard. Selain itu juga akan ditambah dengan koleksi buku dalam digital.
Sebelumnya, Budi juga menyampaikan koleksi buku dalam digital (e-book) sebanyak satu juta e-book. "Satu juta e-book dibagi dalam beberapa katagori, seperti jogjasiana, budaya jawa, budaya timur, jurnal akademis, serta koleksi buku-buku internasional," tandas mantan Sekretaris Daerah Kulonprogo ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
Empat wisatawan terseret ombak Pantai Jungwok Gunungkidul saat hendak berfoto. Seorang wisatawan asal Solo meninggal dunia.
Kemenhub mendirikan posko darurat di Pelabuhan Trisakti untuk menangani insiden Kapal Virgo Transport 8 yang hilang kontak di Masalembo.
DPRD DIY mendorong penanganan kekeringan melibatkan seluruh OPD, tidak hanya BPBD, dengan dukungan koordinasi dan anggaran memadai.
Debit Sungai Tinalah Kulonprogo surut saat kemarau. Kondisi ini membuat wisata keceh diminati, tetapi wisatawan diminta tetap waspada.
Kejagung mengungkap Ferry Boboho mengembalikan Rp5 miliar pada Agustus 2026. Uang itu bagian dari Rp40 miliar Tan Kian.