WISATA JOGJA : Inilah Sejarah Koleksi Baru Vredeburg, Jeep Willys

03 Maret 2015 04:20 WIB Redaksi Solopos Jogja Share :

Wisata Jogja untuk Museum Benteng Vredeburg mendapat tambahan koleksi jeep willys.

Harianjogja.com, JOGJA-Museum Benteng Vredeburg Jogja menambah koleksi baru berupa kendaraan
yang biasanya digunakan pada masa perjuangan, yaitu Jeep Willys.

"Dari hasil riset yang dilakukan, kami memperoleh Jeep Willys buatan 1946 yang digunakan saat ibu kota Republik Indonesia pindah ke Jogja," kata Kepala Museum Benteng Vredeburg Zaimul Azzah, Senin (2/3/2015).

Menurut dia, kendaraan tersebut digunakan oleh tentara Indonesia dan sempat digunakan Raja Keraton
Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) IX pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan RI.

Ia berharap, kendaraan yang didominasi warna hijau tua tersebut akan semakin menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta pada tahun ini.

Berdasarkan data, jumlah pengunjung ke Museum Benteng Vredeburg terus mengalami peningkatan sejak dua tahun lalu. Pada 2013 ke 2014, terjadi peningkatan kunjungan wisatawan hingga 26 persen.

Selama dua bulan pertama 2015, tingkat kunjungan ke museum yang terletak di sekitar Titik Nol Kilometer tersebut, juga cukup tinggi. Sepanjang Januari, museum dikunjungi sekitar 33.000 wisatawan.

"Pada Februari, tingkat kunjungan juga cukup baik. Jika dihitung, rata-rata tingkat kunjungan ke museum
mencapai sekitar 1.000 orang per hari," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap, tingkat kunjungan sepanjang 2015 bisa mencapai lebih dari 300.000
wisatawan atau naik sekitar 15 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

"Tiket masuk ke museum tidak terlalu mahal. Bahkan untuk rombongan ada potongan harga," katanya. Tiket masuk untuk dewasa Rp2.000 per orang dan anak-anak Rp1.000 per orang.

Saat ini, jumlah koleksi di Museum Benteng Vredeburg mencapai lebih dari 6.000 barang yang didominasi
benda-benda yang digunakan pada masa perjuangan, seperti meriam, foto-foto perjuangan, dan diorama.

Pada tahun ini, Dinas Kebudayaan DIY kembali menghidupkan program "Wajib Kunjung Museum". Dinas
menyiapkan sejumlah bus untuk mengantar siswa mengunjungi museum.