KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Bule asal Jepang mengajar di SMPN 1 Wates Kulonprogo
Harianjogja.com, KULONPROGO—Sebanyak sembilan warga negara Jepang datang dan mengajar siswa kelas VII SMPN 1 Wates, Selasa (17/3). Mereka tergabung dalam program Bule Mengajar yang bertujuan mengenalkan budaya asing sekaligus mempelajari budaya Kulonprogo melalui dunia pendidikan.
Pendiri program Bule Mengajar, Lia Andarina Grasia mengatakan, program ini bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dari Jepang.
“Dilakukan melalui mengajar sekaligus berwisata,” ujarnya, Selasa.
Selain membantu mempromosikan Kulonprogo, kata dia, kegiatan ini juga melatih keberanian siswa untuk berbicara dalam bahasa Inggris.
Menurut Lia, peserta yang terdiri dari sembilan orang asal Jepang dan lima orang Indonesia akan mengikuti aktivitas mengajar dengan berkeliling dan mengenal Kulonprogo sehari penuh. Kegiatan yang dilakukan berupa diskusi dan saling memperkenalkan kebudayaan masing-masing.
Jeni Dwi Ardani, siswi kelas VII SMPN 1 Wates, mengaku senang dengan kegiatan ini karena menjadi pengalaman pertama diajar oleh orang asing.
“Jadi tahu tentang huruf kanji, animasi Jepang serta tariannya,” kata Jeni.
Terlebih, menurutnya, bahasa pengantar yang digunakan adalah bahasa Inggris sehingga melatih keberanian siswa berbicara dengan bahasa tersebut.
Mio Harahata, salah satu pengajar asal Jepang menuturkan, kegiatan ini sangat berkesan karena ia dapat berinteraksi dengan orang Indonesia secara langsung.
“Saya juga takjub dengan keberagaman agama di Indonesia dengan tempat ibadahnya yang bervariasi,” ucapnya.
Program seperti ini, ungkap Mio, hanya ada di Indonesia, sebab di negaranya tidak ada orang asing mengajar ke sekolah-sekolah.
Guru Bahasa Inggris SMPN 1 Wates, Ignatius Suranto mengatakan, kegiatan ini dapat membuka cakrawala siswa dalam memahami budaya lain.
Kendati demikian, sekolah tetap membekali siswa dengan pembelajaran mengenai akar budaya bangsa yang diterapkan melalui beragam ekstrakurikuler, seperti karawitan dan tari.
“Ini memberikan wawasan baru serta melatih siswa berbahasa Inggris, mereka sudah bisa hanya kurang berani,” katanya menandaskan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Kemenhub memperkuat pengawasan tiga lapis keselamatan penerbangan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan bencana di seluruh sektor operasional.
UPNVY mewisuda 1.436 lulusan. Rektor Mohamad Irhas Effendi menekankan kompetensi, adaptabilitas, karakter, dan kolaborasi di era AI.
Sukasto kalah dalam Pilur Ngoro-Oro Patuk dengan 855 suara, sementara Paryoto meraih 1.399 suara. Ia mengaku legawa menerima hasil.
Lando Norris mengkritik sejumlah pembalap setelah DNF di GP Azerbaijan akibat terlibat tabrakan dengan Franco Colapinto dan Pierre Gasly.
CFD Gunungkidul resmi pindah ke Jalan Agus Salim. Lokasi baru dinilai lebih luas, tertata, nyaman, dan ramai pengunjung.