PENATAAN SLEMAN : Perbaikan Jembatan Merah Sulit Terealisasi, Mengapa?

Sejumlah pengguna jalan tampak melintas di atas Jembatan Merah, Caturtunggal, Depok, Sleman, Senin (23/3/2015). (JIBI/Harian Jogja - Rima Sekarani I.N.)
25 Maret 2015 04:20 WIB Rima Sekarani Sleman Share :

Penataan Sleman di Jembatan Merah sulit terealisasi. Pemkab masih tersandung masalah tukar guling tanah.

Harianjogja.com, SLEMAN—Rencana perbaikan Jembatan Merah di Jalan Affandi, Dusun Pelemkecut, Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Sleman, dikhawatirkan tidak dapat terealisasi.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (DPUP) Kabupaten Sleman, Mirza Anfansury mengungkapkan, perkara tukar guling tanah menjadi kendala utamanya.

Pantauan Harianjogja.com pada Senin (23/3/2015), kendaraan yang melintas di Jembatan Merah memang cukup ramai. Namun, sempitnya badan jembatan membuat lalu lintas hanya muat satu lajur jika ada mobil yang melintas. Akibatnya, kendaraan dari arah berlawanan harus antre sehingga sering menimbulkan kemacetan terutama di Jalan Affandi.

Mirza mengungkapkan jembatan tersebut akan diperlebar agar mobil dari kedua arah berlawanan bisa melintas bersamaan. Namun, di sebelah selatan Jembatan Merah terdapat tanah pribadi milik warga yang dijadikan lokasi usaha penjualan kayu. Sebelum memperlebar jembatan, usaha tersebut harus digusur.

“Pada dasarnya warga sudah setuju dengan pembangunan jembatan, termasuk jika dia diminta bergeser,” kata Mirza, Senin.

Meski demikian, sikap alot justru datang dari pemerintah desa, khususnya Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Caturtunggal.

“BPD masih agak sulit [menyetujui] karena alasan tertentu. Padahal perbaikan Jembatan Merah merupakan usulan warga sejak sekitar dua tahun lalu,” ujar Mirza.

Selain Jembatan Merah, empat jembatan lain juga akan diperbaiki pada tahun ini, yakni Jembatan Kadirojo di Kecamatan Kalasan, Jembatan Kembang Putih di Kecamatan Prambanan, Jembatan Puteran di Kecamatan Mlati, dan Jembatan Gajah Kuning di Kecamatan Sleman. Total anggarannya mencapai Rp7,7 miliar.