DEMONSTRASI JOGJA : KAMMI DIY Tolak Kenaikan Harga BBM

30 Maret 2015 06:20 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Demonstrasi Jogja pekan ini masih seputar penolakan kenaikan harga BBM.

Harianjogja.com, JOGJA-Puluhan mahasiswa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) DIY melakukan demonstrasi di depan Istana Gedung Agung, Jogja, Minggu (29/3/2015). Mereka mendesak pemerintahan menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersibsidi dan menurunkan harga kebutuhan bahan pokok.

KAMMI menilai kebijakan menaikkan harga BBM merupakan kebijakan yang tidak pro rakyat, karena berdampak pada kenaikan harga kebutuhan pokok, "Sehingga menyengsarakan rakyat khususnya rakyat menengah kebawah," kata Koordinator Demonstrasi M.Rasyid Ridho

Menurut Rasyid, pembiaran harga BBM mengikuti mekanisme harga pasar tidak mencerminkan pemerintah berkeinginan mensejahterakan rakyat. Indonesia mempunyai minyak harus membeli dengan harga internasional.

"Logika yang aneh harus membeli barang yang dimiliki sendiri," ujarnya.

Ia menilai kenaikan harga BBM yang terjadi sebelum-sebelumnya juga tidak memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Terlebih para pelaku usaha kecil menengah juga dibebani dengan naiknya harga LPG dan listrik.

Selain menolak kenaikan harga BBM, Rasyid mendesak pemerintah Jokowi-JK untuk menasionalisasikan aset-aset negara, memperkuat nilai rupiah, serta merealisaskan Nawa Cita yang selama ini digembor-gemborkan.

Demonstrasi ini berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Setelah berorasi di depan Istana Gedung Agung, pendomo melanjutkan demonya di Simpang Empat Kantor Pos Besar. Mahasiswa ini juga sempat membaca quran saat berdemo.