Pasangan Usia Subur di Jogja Lebih Memilih KB Alami

09 Mei 2015 21:20 WIB Jogja Share :

Pasangan usia subur di Jogja lebih memilih KB alami daripada alat kontrasepsi

Harianjogja.com, JOGJA-Pasangan Usia Subur (PUS) di Jogja diperkirakan lebih memilih menggunakan metode Keluarga Berencana (KB) alami ketimbang mengakses alat kontrasepsi.

Pasalnya, akseptor dari PUS di Jogja hanya berkisar 70%, namun angka kelahiran bayi relatif rendah, yakni 1,9. Artinya, rata-rata perempuan di Jogja hanya melahirkan satu atau dua bayi.

Menurut Kasubag TU Kantor KB Jogja Herristanti, tingginya tingkat pendidikan dan pemahaman mengakibatkan PUS di Jogja mampu menunda kehamilan tanpa menggunakan alat kontrasepsi.

"Bisa dilakukan secara alami dengan senggama terputus atau sistem kalender karena mungkin mereka tidak nyaman dengan alat kontrasepsi yang dapat berpengaruh secara hormonal," ungkapnya saat ditemui wartawan, Jumat (8/5/2015).

Ia mengatakan, dari hasil penelitian yang pernah dilakukan dengan salah satu perguruan tinggi di DIY pun terlihat tidak ada korelasi antara akseptor alat KB dengan jumlah kelahiran.

Di Jogja, jelas dia, angka PUS yang ingin ber-KB tidak tinggi sekitar 9,25%. Nilai ini diperoleh dari jumlah ingin anak dan tidak ingin anak lagi dibagi dengan jumlah PUS.

Kendati demikian, ia tetap mempromosikan PUS untuk menggunakan alat kontrasepsi. Tujuannya, bukan lagi untuk mengentaskan kemiskinan melainkan ketahanan keluarga.

"Yang sedang digalakkkan saat ini adalah KB pria melalui media operatif pria (MOP) atau vasektomi," ujar dia.

KB bukan lagi persoalan perempuan melainkan juga laki-laki. Bahkan, ungkap dia, rencananya akan dibentuk kelompok KB pria di tiap kecamatan pada 2016.

Herristanti menambahkan, peminat KB pria belum sebanyak perempuan. Alasan ketidaktahuan dan bias gender dalam KB menjadi penyebab.