SABDA RAJA : Usai Bertemu Sultan, Ini Pendapat Gusti Prabu

Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Prabukusumo (JIBI/Harian Jogja - Ujang Hasanudin)
10 Mei 2015 15:19 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Sabda Raja dinilai adik Sri Sultan HB X, GBPH Prabukusumo tak dapat diterima nalar.

Harianjogja.com, JOGJA-Salah satu adik Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, GBPH Prabukusumo saat dihubungi melalui telepon selularnya, mengatakan sehari sebelum Sultan menjelaskan Sabda Raja kepada masyarakat Jogja, para rayi dalem sowan ke Ngarso Dalem (Sultan). Dalam pertemuan itu diakui Gusti Prabu--sapaan akrab GBPH Prabukusumo, Sultan mengatakan apa yang diucapkannya itu adalah Dawuh Gusti Allah.

"Jangan marah, jangan tanya saya. Kalau enggak percaya silakan tanya kepada yang diatas." Kata Gusti Prabu, menirukan ucapan Sultan, Sabtu (9/5/2015)

Menurut Gusti Prabu, jawaban kakaknya tersebut tidak bisa diterima oleh nalar. Gusti Prabu kembali mengungkapkan ucapan Sultan yang keluar dalam pertemuan dengan para rayi dalem. Menurut dia, Sultan mengucapkan kalau dirinya yang salah maka ia akan lebur, namun sebaliknya jika rayi- rayi yang salah maka rayi-rayi akan lebur.

"Apakah kalimat seperti ini pantas diucapkan kepada rayi-rayi yang mempertahankan kebenaran paugeran. Yang menentukan kami mati itu hanya Allah atau Tuhan agama apapun," kata Gusti Prabu. Ia juga mempersilakan masyarakat Jogja untuk memaknai ucapan dan tindakan Sultan.

Pada Jumat (8/5/2015) kemarin, Sultan telah menjelaskan Sabda Raja dan Dawuh Raja kepada masyarakat di kediaman putri sulungnya GKR Mangkubumi.

Dalam kesempatan tersebut, Sultan mengakui apa yang dilakukannya merupakan dhawuh dari Gusti Allah melalui para leluhurnya, sehingga Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini pun tidak bisa berbuat banyak.

Sultan juga menyatakan, jika tidak melaksanakan dhawuh tersebut, ia akan terkena resiko. Demikian juga dengan rayi-rayinya akan terkena risiko jika tidak melaksanakannya.

"Nek rojo ora laksanake dawuh risiko sikso luwih gede timbangane wong liyo [Kalau raja yang tidak melaksanakan perintah risikonya lebih besar daripada orang lain]" kata Sultan.

Sultan mengatakan tidak mudah memang memahami Sabda Raja hanya dengan pikiran, melainkan harus dengan roso (perasaan).