RUSUNAWA KULONPROGO : Listrik Belum Terpasang, Ini Kata DPU

Lingkungan di sekitar rusunawa Triharjo masih tampak belum tertata dan belum siap huni, Selasa (27/1/2015). (JIBI/Harian Jogja - Holy Kartika N.S.)
11 Mei 2015 16:20 WIB Kulonprogo Share :

Rusunawa Kulonprogo belum siap huni lantaran listrik belum terpasang.

Harianjogja.com, KULONPROGO- Rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang dibangun di Desa Triharjo Kecamatan Wates hingga kini belum juga dihuni. Belum terpasangnya listrik masih menjadi kendala, terhambatnya operasional rusunawa.

Kabid Ciptakarya Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kulonprogo Zahram Asurawan mengungkapkan, pembangunan gedung sudah selesai sejak tahun lalu. Bahkan, sejumlah fasilitas seperti air dan sanitasi Ipal Komunal telah terpasang.

"Tinggal listrik saja yang belum terpasang dan juga pembangunan lingkungan seperti jalan masuk," ujar Zahram kepada Harianjogja.com, Sabtu (9/5/2015).

Zahram mengungkapkan, pemasangan listrik hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah. Pasalnya, ada persoalan terkait pemasangan jaringan listrik di bangunan tersebut. Dia mengatakan, semula pembangunan jaringan listrik disanggupi pihak PLN. Namun, rencana tersebut terkendala perubahan kebijakan.

"Ada sedikit selisih dengan PLN. Dulunya itu, katanya PLN bisa membangun jaringan listrik. Lalu ada perubahan kebijakan, pembangunan itu minta dilaksanakan pemerintah daerah," papar Zahram.

Lebih lanjut Zahram menjelaskan, belum lama ini DPU telah mengajukan izin pemasangan listrik ke PLN. Setelah melakukan pendaftaran secara online, ternyata ada perubahan. Dia mengatakan, setelah dihitung biaya pemasangan melebihi dana yang telah dianggarkan.

"Untuk memasang jaringan juga dibutuhkan trafo. Anggaran yang untuk pemasangannya mencapai sekitar Rp500 juta," ungkap Zahram.

Rusunawa tersebut dibangun untuk memberikan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Rusunawa dua blok itu dibangun dengan 196 unit kamar. Warno, salah satu pekerja mengakui, sampai saat ini listrik belum terpasang.

"Tapi bangunan semua sudah selesai. Tinggal bangun jalan dan pasang listriknya," imbuh Warno.

Hingga kini, proses pendaftaran calon penghuni rusunawa masih dibuka. Namun, seleksi kelayakan penghuni belum dapat dilakukan, karena belum terpasangnya listrik. Nantinya, rusunawa tersebut disewakan dengan biaya sewa di bawah Rp200.000 per bulan.

Zahram menambahkan, selain pemasangan jaringan listrik bulan depan DPU juga akan membangun jalan lingkungan rusunawa.

"Perencanaan sudah selesai, satu bulan lagi sudah bisa dibangun. Anggarannya sekitar Rp300 jutaan," tandas Zahram