KELANGKAAN GAS ELPIJI : Gas Melon di Bantul Mencapai Rp25.000 Per Tabung, Kondisi Ini Terburuk!

Bisnis/RachmanPERKETAT PENYALURANPekerja menata tabung gas elpiji 3 kg di pangkalan elpiji Jalan Ahmad Yani Bandung, Jawa Barat, Jumat (3 - 1). Khawatir terjadi peralihan konsumen elpiji 12 kg ke elpiji 3 kg akibat kenaikan elpiji 12 kg, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memperketat pengawasan perdagangan dan penyaluran elpiji 3 kg.
13 Mei 2015 13:21 WIB Arief Junianto Bantul Share :

Kelangkaan gas elpiji di Bantul menyebabkan harganya mencapai Rp25.000 per tabung Kondisi ini disebutkan sebagai kondisi terburuk

Harianjogja.com, BANTUL-Kelangkaan stok gas elpiji 3 kg terus berlanjut. Akibatnya, harga gas 3 kg pun melonjak drastis. Di daerah Sorowajan, Kecamatan Banguntapan misalnya, harga gas 3 kg ada yang mencapai Rp25.000.

Diakui sendiri oleh Egis, salah satu pemilik pangkalan di kawasan Sorowajan, harga yang terus melonjak itu lantaran kekosongan distribusi gas melon dari agen. Ia mengakui, sejak 10 hari yang lalu, hampir semua pangkalan yang ada di sekitar Sorowajan tak lagi menerima pasokan gas dari agen.

"Bahkan ketika saya coba cari ke daerah Kota Jogja juga susah. Bahkan di daerah Plumbon, setahu saya semua pangkalan juga sudah kehabisan stok," tuturnya.

Meski menimbulkan kepanikan, namun ia mengakui, kekosongan stok tersebut adalah hal yang wajar terjadi saat menjelang Bulan Ramadhan. Menurutnya, dari tahun ke tahun, setiap menjelang Ramadhan, stok gas melon memang selalu kosong. Akibatnya, harga gas melon itu pun bisa melambung tinggi.

"Padahal, Rabu [6/5/2015] lalu ada 2 truk pengangkut gas 3 Kg untuk Operasi Pasar di pedukuhan Sorowajan dengan harga Rp15.500 per tabung," ujarnya.

Diakuinya pula, kondisi ini adalah yang terburuk sejak beberapa tahun terakhir. Betapa tidak, meski tiap tahun mengalami kelangkaan stok, baru tahun ini di wilayah Sorowajan digelar operasi pasar.