PEMKOT JOGJA : Seperti Ini Wisata Minat Khusus di Jogja

HARIAN JOGJA/DESI SURYANTOBURUH GENDONG BERKARYA SENI: Seniman Hendra Himawan (berpakaian Gatotkaca) bersama sepuluh orang buruh gendong pasar Beringharjo melakukan performance art dari Taman Budaya Yogyakarta menuju kawasan Nol Kilometer, Yogyakarta, Selasa (29 - 12). Dari karya berjudul Lumbung Seni ini, sang seniman mencoba mendekatkan diri dengan masyarakat sebagai penikmat seni. Secara tidak langsung pameran seni rupa Biennale Jogja X/2009 juga menjadi salah satu daya tarik kunjungan wisata ke Yogyakar
17 Mei 2015 03:15 WIB Redaksi Solopos Jogja Share :

Pemkot Jogja menyiapkan wisata minat khusus.

Harianjogja.com, JOGJA - Pemerintah Kota Jogja berencana memfokuskan pengembangan industri pariwisata pada wisata minat khusus, sekaligus meningkatkan kualitas wisatawan yang berkunjung ke kota itu.

"Ada kecenderungan bahwa wisatawan itu tidak hanya berkunjung untuk melihat-lihat atau menikmati objek wisata saja. Namun, mereka juga ingin mengetahui secara mendalam mengenai objek wisata yang mereka kunjungi. Oleh karena itu, kami akan berupaya untuk mengembangkan wisata minat khusus ini," kata Asisten Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Yogyakarta Aman Yuriadijaya, Jumat (15/5/2015).

Menurut dia, potensi pengembangan wisata minat khusus di Kota Jogja cukup tinggi, terutama untuk wisata berbasis budaya dan wisata religi.

"Harapannya, dengan pengembangan wisata minat khusus ini, wisatawan akan memperoleh banyak hal, seperti pengetahuan baru di bidang budaya atau religi. Tidak hanya sebatas berwisata saja," lanjutnya.

Pengembangan wisata minat khusus tersebut, kata Aman, akan didasarkan pada Peraturan Daerah tentang Rencana Induk Pariwisata Daerah (Ripda) 2015-2025 yang baru saja disahkan.

Aman menyebut, terdapat empat ruang lingkup utama yang diatur dalam rencana induk tersebut yaitu pengembangan tempat tujuan wisata, pengembangan industri dan jasa, promosi wisata dan sumber daya manusia.

"Penjabaran program yang tercantum dalam peraturan daerah tersebut akan dituangkan dalam bentuk peraturan lainnya karena peraturan daerah ini hanya mengatur hal-hal yang sifatnya umum saja," katanya.

Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Induk Pariwisata Daerah tersebut sebenarnya sudah masuk ke DPRD Kota Jogja sejak 2012, namun baru bisa ditetapkan tahun ini.

"Perda ini belum bisa menyentuh permasalahan teknis kegiatan pariwisata di Yogyakarta sehingga perlu aturan pelaksanaan sebagai pedomannya," kata juru bicara Panitia Khusus Raperda Ripda Andri Kusumawati.

Pemerintah, lanjut dia, juga dituntut untuk segera mengembangan tujuan wisata baru karena tujuan wisata di Kota Jogja dinilai masih terbatas.