KELANGKAAN GAS : Sudah Sepekan, Warga Gunungkidul Tak Dapat Gas Elpiji

JIBI/Solopos/Burhan Aris NugrahaPemilik pangkalan elpiji menata tabung 3kg kosong di pangkalan elpiji Sejahtera Jaya Mandiri, Nusukan, Solo, Rabu (12/2). Pertamina menggelontor extra droppng elpiji 3kg pada Rabu (12 - 2) sebanyak 6.160 tabung untuk wilayah Solo. Hal itu menyusul meningkatnya permintaan masyarakat yang menyebabkan kekosongan elpiji bersubsidi di pangkalan dan pengencer
19 Mei 2015 06:20 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Kelangkaan gas elpiji dialami warga Gunungkidul. Sudah sepekan mereka tidak mendapatkannya

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Operasi pasar gas elpiji 3 kilogram atau gas melon di Gunungkidul, Senin (18/5/2015) disambut hangat oleh masyarakat.

Seperti terlihat di Terminal Munggi, Semanu, warga terlihat antre membeli. Namun untuk mendapatkan gasi itu, warga harus membawa fotokopi KTP sebagai persyaratan. Tujuannya, agar tidak ada penyalahgunaan dalam operasi itu.

Salah seorang pengantre, Suwanti,43, mengaku sudah sepekan tidak mendapatkan gas melon. Dia sudah berusaha mendapatkan gas itu, hanya saja dibeberapa warung yang didatangi sudah kehabisan stok.

“Terpaksa saya pakai kayu bakar. Adanya operasi pasar ini sangat membantu kami, selain harganya murah, untuk mendapatkannya juga mudah,” tutur warga Semanu Tengah itu.

Dia pun berharap agar kegiatan ini bisa dilakukan lebih rutin lagi. pasalnya, selain kesulitan mendapatkan barang, kalaupun ada harganya pun relatif tinggi.

“Harganya bisa mencapai Rp25.000 per tabung. Tapi dari operasi ini saya hanya membayar Rp15.500 per tabungnya, dan saya bisa membeli dua tabung,” ujar Suwanti.