Bulog Luncurkan BerasKita, Beras SPHP Berganti Nama 20 Oktober
Bulog akan meluncurkan BerasKita pada 20 Oktober 2026. Beras SPHP berganti nama menjadi BerasKita Medium, sedangkan beras premium menjadi BerasKita Premium.
GKR Hemas Menerima Bantuan untuk YKI cabang DIY (JIBI/Harian Jogja/Gigih M. Hanafi)
Penanganan kanker yang dilakukan YKI beragam, salah satunya dengan mengembangkan rumah singgah.
Harianjogja.com, SLEMAN—Yayasan Kanker Indonesia (YKI) cabang DIY akan mengembangkan bangunan rumah singgah bagi pasien kanker. Hal ini dilakukan mengingat katerbatasan kamar rumah singgah yang ada sedangkan permintaan terus meningkat.
Ketua YKI DIY, Gusti Kanjeng Ratu Hemas mengatakan, saat ini rumah singgah bernama Sasana Marsudi Husada hanya mampu menampung 13 pasien. Padahal permintaan pengguna semakin meningkat seiring berdirinya rumah sakit khusus kanker di lingkungan RSUP Dr. Sardjito.
"Tempat singgah baru mampu menampung 13 pasien dan kini sudah sering menolak pasien karena makin banyak penderita kanker dari luar daerah dan luar pulau yang singgah di sini," ungkapnya dalam pidato ulang tahun YKI ke-38 di kantor YKI Jogja, Dusun Sendowo, Sleman, Sabtu (30/5/2015).
Pihaknya menuturkan, selain menampung pasien dari luar daerah yang sedang berobat di RSUP Sardjito, rumah singgah YKI DIY juga menampung keluarga pasien. Selama ini, masih banyak keluarga pasien yang tidur di selasar rumah sakit sembari menunggu pasien menjalani perawatan.
"Kami lihat itu banyak yang tiduran di lorong rumah sakit karena mereka tidak mampu bayar penginapan atau hotel," ucap Hemas.
Pengelola harian YKI DIY, Wiwied Widianto mengatakan bahwa setiap tahunnya YKI selalu menolak pasien yang ingin menginap.
"Satu tahun bisa 30-an pasien ditolak. Ya bagaimana lagi, kami hanya punya 13 ruangan," ungkapnya.
Rencananya, gedung tempat singgah akan dibangun di sisi timur kantor YKI DIY yang sudah ada saat ini.
"Mau dibangun berapa kamar, kami masih nunggu dana yang terkumpul berapa," jelasnya.
Rumah singgah YKI memang bisa menjadi pilihan bagi penderita kanker utamanya yang kurang mampu. Pihak pengelola memberikan tarif yang terjangkau dan bahkan membebaskan biaya bagi pasien kurang mampu.
Biaya singgah untuk satu hari hanya dipatok Rp7.500 hingga Rp20.000. "Tarif Rp7.500 itu satu kamar empat tempat tidur. Keluarga yang menunggu tidur di bawah [lantai]. Kalau yang Rp20.000, satu ruang satu pasien dan keluarga disediakan tempat tidur khusus," jelasnya.
Sementara pasien yang membutuhkan ruang isolasi, disediakan ruang khusus dengan biaya Rp15.000 per hari.
Wiwid mengatakan, selain fasilitas kamar, air, dan listrik, YKI DIY juga memberikan layanan periksa dengan mendatangkan dokter spesialis kanker pada hari-hari tertentu. Bahkan ada layanan dari ahli paliatif bagi pasien yang memiliki harapan hidup pendek akibat penyakit yang diidapnya itu.
Untuk terwujudnya rumah singgah, pengelola membuka kesempatan bagi para donatur untuk memberi bantuan dana. Sementara dana yang terkumpul saat ini baru mencapai Rp100 juta atas bantuan dari PT Sido Muncul grup.
"Fokus kami lebih pada membantu pemenuhan biaya hidup pasien dan keluarganya. Dengan rumah singgah, keluarga tidak harus nginap ke hotel sehingga menghemat biaya hidup selama proses perawatan," tegas Direktur PT Sido Muncul, Roy Anton Hidayat, yang menyerahkan bantuan kepada GKR Hemas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bulog akan meluncurkan BerasKita pada 20 Oktober 2026. Beras SPHP berganti nama menjadi BerasKita Medium, sedangkan beras premium menjadi BerasKita Premium.
BYD menunjuk Inokom milik Sime Motors sebagai mitra perakitan EV di Malaysia. Strategi ini berbeda dengan pabrik BYD yang telah beroperasi di Subang, Indonesia.
Situs palsu iPhone Duo menawarkan voucher 500 dolar AS dan berpotensi menyerang iPhone rentan melalui DarkSword. Kenali ciri situs dan cara melindungi perangkat
Hamdan Tour mengumumkan Ruben Onsu tak lagi menjadi brand ambassador sejak 31 Agustus 2026. Perusahaan menegaskan kehidupan pribadi Ruben bukan representasi mer
Ranking koefisien Liga Indonesia disebut turun ke posisi 18 Asia setelah Kamboja meraih hasil positif di ACL Two. Persib sebelumnya menang 1-0 atas The Cong-Vie
Pelajari cara mengatur sorot lampu mobil, mulai dari menyiapkan dinding datar hingga memeriksa pola cahaya agar berkendara malam lebih aman.