Warga Ngawu Gunungkidul Demo Tuntut Wagiran Mundur dari Jabatan Kades

Kapolsek Playen AKP Joko Utomo saat melakukan mediasi dengan massa yang melakukan demonstrasi menuntut Kades Ngawu, Playen, untuk mundur, Kamis (2/7 - 2015). (Harian Jogja/David Kurniawan)
03 Juli 2015 09:20 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Warga Ngawu Gunungkidul demo menuntut Wagiran mundur dari jabatan Kades

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Sedikitnya seratus orang warga Desa Ngawu, Kecamatan Playen melakukan aksi demonstrasi di balai desa, Kamis (2/7/2015).

Massa mendesak Wagiran untuk mundur dari jabatan kepala desa karena dinilai arogan dan melakukan kebohongan publik. Selain itu, dari sisi kinerjanya tidak sesuai dengan visi misi saat pencalonan.

Massa pun memberikan ultimatum kepada Wagiran untuk turun dalam waktu 2X24 jam. Jika tidak, mereka siap mengerahkan massa lebih banyak lagi. aksi yang dilakukan bukan hanya di balai desa, sebab akan dilakukan di kantor kecamatan hingga kabupaten.

Koordinator Aksi Bayu Widodo mengakui, jika dirinya termasuk salah satu tim sukses pencalonan Wagiran dua tahun lalu. Namun dikarenakan kinerja yang tidak sesuai dengan visi misi maka ia berbalik dan meminta agar kades mau legowo dan mengundurkan diri.

“Pelaksanaan tugasnya sangat jauh dari visi misi saat pencalonan. Program kerja yang dijalankan bersifat pribadi dan arogan, sehingga dalam pengambilan kebijakan seringkali tanpa ada musyawarah,” kata Bawu kepada wartawan, di sela-sela aksi, kemarin.

Dia mencatat beberapa keputusan yang diambil secara sepihak antara lain penebangangan aset desa berupa jati sebanyak 35 pohon di Februari 2014, penembangan sembilan pohon cemara sebagai perindang Lapangan Ngawu hingga pemberhentian dan pengangkatan perangkat desa.

“Bagaimana bisa gara-gara tidak melek teknologi, dia bisa memecat Kepala Dusun Ngawu, Ngawiyo,” serunya.

Di samping permasalahan di atas, Bayu menunding Wagiran telah melakukan kebohongan publik dengan menyertakan gelar SH dibelakang namanya. Padahal saat pendaftaran, dia mengaku yang mendaftarkan dan hanya membawa ijazah SMA melalui proses kejar Paket C.

“Kasusnya tidak itu, ada juga penyelewengan dana lomba posyandu hingga belum bisa mempertanggungjawabkan LPJ APBDes 2014,” ungkap Bayu.

Saat coba dilakukan mediasi oleh Kepala Polsek Playen AKP Joko Utomo, Bayu cs menolak berdiskusi dengan Wagiran. Mereka pun bersikukuh tetap di halaman balai desa untuk melanjutkan orasi.

“Yang jelas kami minta selama dua hari kades bisa turun. Jika tidak, kami siap megerahkan massa lebih banyak lagi. untuk saat ini, tuntutan kami juga sudah kami tembuskan ke bupati, DPRD hingga pihak kejaksaan,” kata Bayu lagi.

Kepala Desa Ngawu Kecamatan Playen Gunungkidul, Wagiran menegaskan tidak terpengaruh dengan adanya aksi demonstrasi ratusan warganya yang menuntut dirinya mundur dari jabatannya.

Untuk itu, dia tidak akan mundur dari jabatan kades yang diduduki sejak 2013 lalu.

“Kalau memang saya salah silahkan buktikan. Sebab, selama ini saya bekerja sudah sesuai dengan aturan yang ada,” kata Wagiran, Kamis (2/7/2015).

Dia mencontohkan, untuk pemberhentian Kadus Ngawu, proses dikeluarkannya Surat Keputusan pemberhentian dilakukan sejak setahun lalu. Sebelumnya, yang bersangkutan juga diberikan untuk memerbaiki kinerja, namun itu tidak juga dilakukan.

“Untuk pemberhentian, saya juga sudah berkoordinasi dengan camat atau Bagian Hukum Pemkab. Malahan yang bersangkutan juga sudah diberikan surat peringatan beberapa kali,” ungkapnya.