LEBARAN 2015 : Kalender Islam untuk Forum Internasional

Pekerja mencetak kalender di percetakan Jl. Sukarno-Hatta, Malang, Jawa Timur, Senin (29/12/2014). Menjelang pergantian tahun, permintaan pasar atas kalender meningkat hingga 50%. (JIBI/Solopos/Antara - Ari Bowo Sucipto)
17 Juli 2015 19:20 WIB Jogja Share :

Lebaran 2015 Muhammadiyah mengusulkan kalender islam dalam forim internasional.

Harianjogja.com, JOGJA-Muhammadiyah mendesak pemerintah mengusulkan penentuan kalender Islam dalam forum internasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. Menurut dia, ketiadaan kalender Islam yang dibuat tahunan berdampak serius dalam berbagai bidang, termasuk ekonomi dan perdagangan.

"Selama ini penentuan 1 Ramadan atau 1 Syawal masih dilakukan eceran harusnya selama satu tahun kalender Islami sudah ditetapkan jadi tidak mendadak pada H-1," paparnya, Jumat (17/7/2015).

Diterangkannya, kalender Islam tahunan harus bersifat global karena watak islam universal jadi tidak berskala nasional karena terkait peredaran bulan dan bumi yang alamiah.

Kesepakatan, ungkapnya, dapat menjadikan Mekah sebagai titik nol mengingat sebagai kota puaat agama dan kelahiran Islam.

Rencananya, ia akan membicarakan dalam forum ulama nasional bersama dengan pemerintah dan membawa ke dalam forum OKI.

"Saya optimistis jika dibahas dalam kurun waktu setahun atau dua tahun kesepakatan dapat terwujud," kata Din.

Ia menambahkan, Muhammadiyah pernah membahas persoalan ini dalam forum ulama OKI pada 2007 dan belum memperoleh kesepakatan.