Gunungkidul Siaga Kekeringan hingga Agustus, BPBD Siapkan 1.500 Tangki
BPBD Gunungkidul menetapkan siaga darurat kekeringan hingga 31 Agustus 2026. Sebanyak 1.500 tangki air disiapkan untuk mengantisipasi krisis air bersih.
Warga Gafatar bersama anaknya mendapat pengawalan dari aparat TNI setibanya di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Rabu (27/1/2016). (Imam Yuda Saputra/JIBI/Solopos)
Pemulangan anggota Gafatar asal Gunungkidul ditambah tiga hari setelah mereka tiba di wilayah ini
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Proses resosialiasi eks anggota Gafatar di Gunungkidul akan lebih diperketat. Tidak semua tamu bisa masuk karena harus diseleksi sejak memasuki area Balai Latihan Kerja yang jadi pusat pembinaan.
Kebijakan ini diterapkan, selain untuk pertimbangan keamanan, juga agar proses pemulihan tidak ada gangguan.
Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Gunungkidul Wahyu Nugroho mengatakan, proses pemulihan mental spiritual akan dilakukan mulai hari ini hingga tiga hari ke depan. Saat proses karantina berlangsung, tidak semua pengunjung bisa bebas keluar masuk ke area BLK.
Sejumlah petugas baik yang berasal dari anggota TNI/Polri dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) akan disiagakan untuk melakukan seleksi bagi orang yang berkunjung. Guna mendukung kebijakan itu, di depan BLK akan didirikan pos pemeriksaan.
“Nanti orang yang berkunjung akan kami cek kartu identitasnya hingga maksud tujuan datang ke tempat itu,” kata Wahyu kepada Harian Jogja, usai menghadiri Rapat Koordinasi Pemulangan eks Anggota Gafatar Gunungkidul di Ruang Rapat V Pemkab, Senin (1/2/2016).
Pemeriksaan yang dilakukan tidak hanya sebatas cek kartu identitas, melainkan saat berada di lokasi pengunjung akan dikawal oleh beberapa petugas. Hal ini bermaksud untuk memastikan proses resosialiasi dapat berjalan lancar dan tidak menganggu jalannya pemulihan saat ada kunjungan.
“Penerapan standarisasi itu disesuaikan dengan arahan dari Pemerintah DIY. Kami tidak mau ambil risiko karena semua kemungkinan bisa terjadi. Jika memang pengujung mengaku sebagai saudara, paling tidak bisa menunjukkan bukti adanya ikatan tersebut,” ujarnya.
Wahyu menambahkan, setiap harinya jumlah kunjungan bagi eks anggota Gafatar juga akan dibatasi. Langkah ini untuk memastikan para anggota tidak merasa terganggu adanya aktivitas tersebut.
“Kami ingin membuat suasana pemulihan dengan senyaman mungkin. Jadi kami harus mengambil beberapa langkah untuk mewujudkan hal itu,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul menetapkan siaga darurat kekeringan hingga 31 Agustus 2026. Sebanyak 1.500 tangki air disiapkan untuk mengantisipasi krisis air bersih.
Bakamla RI lirik DIY sebagai titik strategis pengawasan Laut Selatan dalam sistem keamanan maritim nasional terintegrasi.
Kanada vs Qatar di Piala Dunia 2026 jadi laga krusial Grup B dengan peluang seimbang dan tekanan besar bagi kedua tim.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 19 Mei 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 19 Mei 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Gatal seluruh tubuh bisa jadi tanda gagal ginjal. Kenali penyebab, gejala, dan cara mengatasinya sejak dini.