PEMULANGAN ANGGOTA GAFATAR : Tiba di Gunungkidul, Eks Gafatar Dikarantina Lagi 3 Hari

Warga Gafatar bersama anaknya mendapat pengawalan dari aparat TNI setibanya di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Rabu (27/1/2016). (Imam Yuda Saputra/JIBI - Solopos)
02 Februari 2016 13:55 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Pemulangan anggota Gafatar asal Gunungkidul ditambah tiga hari setelah mereka tiba di wilayah ini

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Proses resosialiasi eks anggota Gafatar di Gunungkidul akan lebih diperketat. Tidak semua tamu bisa masuk karena harus diseleksi sejak memasuki area Balai Latihan Kerja yang jadi pusat pembinaan.

Kebijakan ini diterapkan, selain untuk pertimbangan keamanan, juga agar proses pemulihan tidak ada gangguan.

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Gunungkidul Wahyu Nugroho mengatakan, proses pemulihan mental spiritual akan dilakukan mulai hari ini hingga tiga hari ke depan. Saat proses karantina berlangsung, tidak semua pengunjung bisa bebas keluar masuk ke area BLK.

Sejumlah petugas baik yang berasal dari anggota TNI/Polri dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) akan disiagakan untuk melakukan seleksi bagi orang yang berkunjung. Guna mendukung kebijakan itu, di depan BLK akan didirikan pos pemeriksaan.

“Nanti orang yang berkunjung akan kami cek kartu identitasnya hingga maksud tujuan datang ke tempat itu,” kata Wahyu kepada Harian Jogja, usai menghadiri Rapat Koordinasi Pemulangan eks Anggota Gafatar Gunungkidul di Ruang Rapat V Pemkab, Senin (1/2/2016).

Pemeriksaan yang dilakukan tidak hanya sebatas cek kartu identitas, melainkan saat berada di lokasi pengunjung akan dikawal oleh beberapa petugas. Hal ini bermaksud untuk memastikan proses resosialiasi dapat berjalan lancar dan tidak menganggu jalannya pemulihan saat ada kunjungan.

“Penerapan standarisasi itu disesuaikan dengan arahan dari Pemerintah DIY. Kami tidak mau ambil risiko karena semua kemungkinan bisa terjadi. Jika memang pengujung mengaku sebagai saudara, paling tidak bisa menunjukkan bukti adanya ikatan tersebut,” ujarnya.

Wahyu menambahkan, setiap harinya jumlah kunjungan bagi eks anggota Gafatar juga akan dibatasi. Langkah ini untuk memastikan para anggota tidak merasa terganggu adanya aktivitas tersebut.

“Kami ingin membuat suasana pemulihan dengan senyaman mungkin. Jadi kami harus mengambil beberapa langkah untuk mewujudkan hal itu,” kata dia.