INFRASTRUKTUR KULONPROGO : Masih Berupa Jembatan Bambu, Jembatan Sarigono Belum Akan Diperbaiki

Petugas Polsek Samigaluh dan Pemerintah Desa Pagerharjo meninjau kawasan jembatan ambrol di Dusun Sarigono, Desa Pagerharjo, Samigaluh Kulonprogo, Jumat (24/4/2015). (Holy Kartika N.S/JIBI - Harian Jogja)
15 Februari 2016 16:06 WIB Sekar Langit Nariswari Kulonprogo Share :

Infrastruktur Kulonprogo di bagian pegunungan masih kurang diperhatikan

Harianjogja.com, KULONPROGO- Sebagai pengganti Jembatan Sarigono yang ambrol pada pertengahan April 2015 lalu, warga kini menggunakan jembatan bambu untuk menyeberang. Hingga kini, belum jelas kapan akan dilakukan pada jembatan yang merupakan penghubung bagi tiga kabupaten ini.

Kepala Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulonprogo, Widayat menyatakan bahwa hingga kini warga masih harus puas dengan jembatan darurat yang terbuat dari bambu sebagai pengganti Jembatan Sarigono.

Ia juga menyebutkan bahwa telah menanyakan kelanjutan pembangunan jembatan tersebut langsung kepada Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo.

“Pak bupati bilang sedang dibicarakan ke provinsi, mungkin mohon izin atau dana,” ujarnya pada Minggu [14/2/2016]. Ia mengungkapkan bahwa telah menyampaikan mengenai permasalahan jembatan ini kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo namun juga belum mendapat respon berarti.

Widayat menyebutkan bahwa pihaknya mendapat kabar bahwa kini pembangunan mengenai jembatan tersebut saat ini sedang diajukan kepada pemerintah provinsi. Meski demikian, ia menyatakan belum mengetahun jumlah dana yang dianggarkan untuk perbaikan jembatan penghubung Dusun Sarigono dan Dusun Jogolawang ini. Ia berharap perbaikan jembatan tersebut bisa segera dilakukan menimbang fungsinya yang cukup vital bagi warga sekitar.

Karena sifatnya yang belum permanen, jembatan ini kini hanya bisa dilalui oleh pengendara roda dua dan pejalan kaki. Namun, para pengendara sepeda motor umumnya lebih memilih menyeberang dengan cara mendorong kendaraannya.  Warga setempat yang biasanya membawa hasil bumi berupa pisang dan singkong juga tetap melewati jembatan ini meski harus lebih berhati-hati.

Sebelumnya, Jembatan Sarigono juga sering dilewati oleh berbagai kendaraan berat lainnya karena menyambungkan tiga kabupaten yakni Kabupaten Purworejo, Magelang, dan Kulonprogo. Kini, para pengendara tersebut harus memutar jauh ke selatan melalui Sedayu karena keterbatasan kemampuan jembatan darurat tersebut.