MONUMEN BENCANA : Pemerintah Perlu Mendokumentasikan Penanganan Bencana

JIBI/HARIAN JOGJA/DESI SURYANTO6 TAHUN GEMPA -- Siswa SD Negeri 3 Sengon, Prambanan berlindung di bawah meja tempat mereka belajar saat terjadi gempa dalam sebuah adegan simulasi gempa yang diadakan dalam rangka peringatan 6 tahun Gempa DIY-Jateng di kompleks SD Negeri 3 Sengon dan Monumen Lindu Gede, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, Kamis (24 - 5). Simulasi ini menjadi bagian dari kesiapsiagaan siswa dan guru untuk menghadapi bencana gempa, warga juga dapat mengkases informasi dari Pusat Informasi dan Pembe
16 Februari 2016 13:55 WIB Uli Febriarni Jogja Share :

Monumen bencana perlu dibangun di lokasi bencana di Indonesia agar menjadi peringatan bagi masyarakat

Harianjogja.com, SLEMAN-Pemerintah dinilai perlu membangun monumen pengalaman penanggulangan bencana, serta mendokumentasikan penanggulangan bencana tersebut dalam bentuk buku.

Mentor Center for Public Mental Health Universitas Gajah Mada (UGM), Rahmat Hidayat pada Senin (15/2/2016) mengatakan, riset dan publikasi mengenai penanggulangan bencana di Indonesia dan kemudian menuangkannya dalam bentuk buku, saat ini masih minim.

Padahal dengan adanya buku, dapat menjadi peringatan bagi masyarakat. Serta menjadi sumber ilmu pengetahuan dan keterampilan baru, agar teknis penanggulangan menjadi lebih baik di masa selanjutnya.

"Bahkan, meski peristiwa bencana alam di Indonesia sering terjadi, namun dari sisi manajemen, kebijakan dan kepemimpinan serta reaksi masyarakat menghadapi bencana belum menunjukan ke arah yang lebih baik," kritik Rahmat, dalam seminar yang dilaksanakan di Ruang G-100 Fakultas Psikologi UGM tersebut.

Rahmat menambahkan, selain mendokumentasikan dan membukukan, pemerintah juga perlu membangun pengingat dalam bentuk monumen, misalnya berbentuk instalasi di lokasi bencana. Monumen yang disertai informasi mengenai bencana dan penanggulangannya, bisa membantu masyarakat untuk mengingat pentingnya meningkatkan kewaspadaan, bahwa wilayah yang mereka tempati pernah terjadi bencana alam.

"Contohnya Jepang, di lokasi tsunami didirikan monumen yang berisi papan informasi, isinya mengenai jarak terjauh tsunami dan resikonya, tujuanya mengingatkan masyarakat akan resiko bencana tsunami. Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta bisa meniru pemerintah Jepang dengan membangun monumen, misalnya dibangun di kawasan Merapi sebagai penanda dan informasi bagi masyarakat," jelasnya.