KULINER KULONPROGO : Menikmati Kesegaran Soto Gertak

Sapto Sukandar menujukkan soto gertak di warungnya, Jalan Tentara Pelajar, Wates, Kulonprogo, Senin (15/2/2016). (Rima Sekarani I.N./JIBI - Harian Jogja)
20 Februari 2016 02:20 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

Kuliner Kulonprogo di sekitar Kota Wates.

Harianjogja.com, KULONPROGO-Soto adalah makanan yang populer di berbagai daerah. Meski demikian, makanan berkuah ini memiliki tampilan dan cita rasa yang beragam. Nah, jika sedang berada di wilayah Kota Wates, Kulonprogo, tidak ada salahnya mampir ke warung soto gertak di Jalan Tentara Pelajar, tepatnya depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSDU) Wates.

Gertak adalah singkatan dari seger tur enak. Pemilik warung, Sapto Sukandar memilih singkatan itu dengan harapan agar sotonya menarik perhatian konsumen. Namun, bukan itu saja jurus yang dia siapkan. Gurih dan kentalnya kuah soto juga menjadi andalan Sapto yang setiap hari mampu menjual setidaknya 200 porsi. Harganya juga terjangkau, yaitu Rp6.000 untuk soto ayam, soto babat Rp7.000, dan soto sapi Rp8.000.

“Harganya bisa menyesuaikan kalau ada pembeli yang mau campuran, misalnya ayam dan babat atau lainnya,” kata Sapto, Senin (15/2/2016).

Selain bumbu dasar, Sapto juga menambah sejumlah rempah lain dalam racikan kuah soto gertak. Diantaranya kapulaga, cengkeh, kayu manis, dan mesoyi.

“Biar tambah segar, saya juga tambahkan perasan air mentimun. Saya coba bereksperimen dan ternyata enak,” ujar dia.

Sapto sudah berjualan soto gertak selama lima tahun. Awalnya, dia hanya membuka lapak sederhana untuk yang hanya muat untuk gerobak dan beberapa meja serta kursi makan. Dia lalu memberanikan diri untuk mengikuti program kredit usaha rakyat (KUR) dari sebuah bank dan memperbesar usahanya dengan menyewa kios di belakang lapaknya dulu. Penghasilannya jadi meningkat karena mampu menerima lebih banyak pembeli.

“Biasanya soto sudah ludes selepas jam makan siang,” ungkap pria 38 tahun itu.

Salah satu konsumen, Muhammad Zigaz mengaku sudah beberapa kali datang ke warung soto gertak. Biasanya, dia datang menjelang tengah hari sebelum kehabisan.

“Harganya murah tapi rasanya enak. Kuahnya lebih terasa gurih dan kental,” ucap Zigaz.