KAYU PINUS : Unik dan Irit, Furnitur dari Kayu Pinus

Pemilik Uwitan Unique Wooden Craf, Aryane Dewi, menunjukkan salah satu produksi Uwitan di galerinya di Perumahan Soto Sawah No.A1 Jogja, Jumat (19/2/2016). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI - Harian Jogja)
21 Februari 2016 07:20 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Kayu Pinus diolah menjadi berbagai furnitur yang unik dan harganya elatif lebih murah

Harianjogja.com, JOGJA-Uwitan Unique Wooden Craft merupakan salah satu usaha kreatif berupa penjualan furnitur berbahan dasar kayu pinus. Tidak hanya menjual meja, kursi dan interior ukuran besar lainnya, Uwitan juga mendesain perlengkapan rumah tangga seperti tempat tisu yang dirancang multifungsi.

“Konsep Uwitan itu minimalis sehingga kita desain multifungsi. Tidak banyak lengkungan. Seperti kotak tisu, selain untuk tempat tisu juga bisa untuk hiasan,” kata Pemilik Uwitan, Aryane Dewi, 27, di galerinya di Perumahan Soto Sawah No.A1 Jogja, Jumat (19/2/2016).

Salah satu produk favorit khas Uwitan adalah kotak tisu Square Bob. Konsep Square Bob terinspirasi dari kartun Sponge Bob yang berbentuk kotak. Satuannya dibanderol dengan harga Rp170.000 free ongkos kirim (ongkir) untuk wilayah Jawa.

Selain Square Bob, Uwitan juga memproduksi aneka furnitur yang mampu memperindah ruangan. Misalnya saja meja makan yang dijual mulai Rp2,5 juta hingga Rp4,5 juta. Kemudian ada rak dinding yang dijual sekitar Rp215.000 per set, meja tamu Rp800.000-Rp1,2 juta tergantung size, dan masih banyak lagi. Produk Uwitan ini dipasarkan melalui media sosial instagram, iklan di surat kabar, dan juga pameran.

Warna coklat muda yang terpancar dari kayu pinus membuat furnitur buatan Uwitan cocok diterapkan di segala jenis rumah. Perempuan yang akrab disapa Anne yang sempat mengawali karir di dunia perbankan selama 3,5 tahun ini mengatakan, kayu pinus memiliki keunggulan dibandingkan kayu lainnya.

“Kelebihannya, selain harganya yang relatif lebih murah dibanding kayu jati, kayu pinus berwarna coklat muda atau terang sehingga dengan finishing warna natural saja sudah terlihat glowing. Antirayap dan tekstur kayu yang cenderung lunak sehingga mudah dibentuk,” kata perempuan yang tengah hamil enam bulan ini.

Namun tekstur kayu yang lunak membawa kelemahan tersendiri bagi furnitur ini. Jika dikirim jarak jauh, perlu dikemas menggunakan paket kayu agar tidak mudah terkena benturan meski sebenarnya Uwitan juga memberikan garansi tukar baru bagi barang yang rusak selama proses pengiriman.

Selama delapan bulan beroperasi, Uwitan sudah mampu menjual produknya ke berbagai kota di luar Jawa seperti Riau dan Medan. Namun pembeli terbanyak masih didominasi wilayah Jabodetabek.

“Kami terima desain juga dari customer. Kalau tidak terlalu rumit masih bisa kami kerjakan,” ujarnya.

Dalam sebulan, setidaknya ia mampu meraup omzet sekitar Rp25 juta dengan keuntungan 25% dari omzet tersebut.