MUSIM HUJAN : Goprak hingga Karanganyar Rawan Pergeseran Rel Kereta Api

Executive Vice President (EVP) DAOP VI, Hendy Helmy melakukan pengecekan rutin terhadap jalur kereta api di Wates, pada Selasa (22/2/2016). Curah hujan tinggi beresiko menyebabkan pergeseran jalur kereta api karena longsoran tanah di sekitarnya. (Sekar Langit Nariswari/JIBI - Harian Jogja)
24 Februari 2016 07:22 WIB Sekar Langit Nariswari Kulonprogo Share :

Musim hujan yang terjadi mengakibatkan sejumlah rel bergeser

Harianjogja.com, KULONPROGO-Daerah Operasional (DAOP) VI Jogja berencana melakukan pengecekan jalur kereta di seluruh kawasan selama tiga hari mendatang. Di hari kedua, pengecekan akan dilakukan di jalur Klaten-Wonogiri. Sedangkan hari terakhir akan dilakukan pengecekan di jalur Kedung Banteng, Sragen-Goprak, Grobogan-Gundih, Grobogan.

Berdasarkan hasil pengecekan lokasi, Executive Vice President (EVP) DAOP VI, Hendy Helmy menguraikan sebagian besar lokasi dalam kondisi yang baik. Meski demikian, di beberapa lokasi terdapat selokan kecil yang terbentuk akibat longsor. Namun, ia menyatakan bahwa beberapa titik tersebut saat ini sudah dalam masa perbaikan.

Untuk kawasan DAOP VI sendiri, ia menjelaskan kawasan rawan pergeseran rel kereta api berada di jalur Goprak, Grobogan hingga Kalioso, Karanganyar.

“Tanahnya gerak di sana makanya rawan,” kata Hendy, saat melakukan pengecekan jalur rel kereta api dari Stasiun Jenar, Purworejo hingga Klaten pada Selasa (23/2/2016)

Di tempat tersebut, kata dia, telah dibangun posko khusus untuk melakukan pengawasan intensif. Sebagai solusi, DAOP VI juga akan memasang bronjong (batu balas) di daerah yang rawan tergenang air agar tanahnya tidak bergerak.

Kepala Humas Daop VI Yogyakarta, Eko Budiyanto menjelaskan bahwa jalur Goprak-Kalioso menjadi rawan pergeseran rel kereta api karena jenis tanahnya.

“Di sana kondisi tanahnya memang berbeda,”ujarnya.

Selain itu, Eko menjelaskan kondisi jalur kereta api di daerah Kulonprogo sendiri dalam kondisi yang baik. Hanya saja, diperlukan pengawasan terhadap wesel (jalur persimpangan) yang rawan aus karena digunakan setiap hari.