KONGRES UMKM 2016 : 750 Pelaku UMKM Se-Indonesia akan Berkumpul di Jogja, Ini yang Dibahas

Pengunjung melihat-lihat produk tas dan sepatu berbahan kulit buaya pada Pameran UMKM, Bisnis dan Investasi di Semarang, Jateng, Jumat (16/10). Pameran yang diikuti berbagai pelaku usaha UMKM tersebut berlangsung hingga 20 Oktober. ANTARA FOTO/R. Rekotomo/aww - 15. *** Local Caption ***
25 Februari 2016 14:19 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Kongres UMKM 2016 akan digelar di Jogja

Harianjogja.com, JOGJA-Mei mendatang, perwakilan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari semua daerah di Indonesia akan mengikuti Kongres UMKM 2016 dan Temu Nasional Pendamping di Jogja. Salah satu topik yang akan dibahas dalam pertemuan nasional tersebut adalah akselerasi (percepatan) ekonomi digital bagi pelaku UMKM.

Ketua Asosiasi Business Developmnet Services Association Indonesia Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Rommy Heryanto menyampaikan, saat ini perkembangan teknologi membuat daya saing antar pelaku usaha semakin ketat.

Penggunaan teknologi informasi atau yang biasa disebut IT memicu perkembangan usaha. Beberapa hal yang dapat dilakukan menggunakan kemajuan digital mulai dari produksi hingga pemasarannya, seperti memasarkan produk secara online di berbagai media sosial.

“Di Jogja penggunaan IT sudah tak asing lagi. Progres mengolaborasikan kreativitas dan digital sudah terlaksana. Misalnya pakai sosmed untuk pemasaran dan jaring kemitraan,” kata Rommy saat ditemui di kantor Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Dinas UKM dan Koperasi DIY, Rabu (24/2/2016).

Optimalisasi IT juga tidak sebatas pemasaran namun merambah hingga teknologi packaging atau pengemasan. Adanya pengembangan teknologi tepat guna yang mempercepat produksi ‘juga dikembangkan pelaku usaha di era digital ini.

Dengan pertemuan pelaku usaha yang diperkirakan akan dihadiri 750 orang ini, diharapkan masing-masing pelaku usaha maupun pendamping dapat saling berbagi pengalaman dan menjalin kemitraan.

Menurut rencana, kongres yang akan dilaksanakan di Hotel Grand Inna Garuda Jogja pada tanggal 25-26 Mei ini akan dihadiri beberapa tokoh mulai dari Kementerian Koperasi (Kemenkop), Deputi Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Kementerian Pendidikan, serta akademisi dan praktisi bisnis Rhenald Kasali yang bertindak sebagai keynote speech.

Kepala Bidang UMKM Agus Mulyono mengatakan, kongres di Jogja kali ini merupakan kongres yang lebih besar dibandingkan pertemuan pertama yang dilakukan di Tasikmalaya.

Di Tasikmalaya, pertemuan hanya dilakukan untuk kalangan pendamping UMKM namun kali ini, pendamping dan pelaku usaha akan dipertemukan dalam sebuah even nasional.

“Dinas berharap di situ nanti akan dirumuskan permasalahan krusial termasuk pemecahanannya,” ungkap Agus.

Selain percepatan ekonomi digital, goal dalam kongres ini di antaranya tersusunnya rumusan road map "Satu Juta UMKM Naik Kelas", ditetapkannya 12 Agustus sebagai Hari Kerja Nasional UMKM, hingga tersusunnya kode etik pendamping UMKM.