LALU LINTAS JOGJA : Rambu Larangan Parkir Segera Dipasang di Prawirotaman dan Tirtodipuran

28 Februari 2016 09:20 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Lalu lintas Jogja untuk rambu segera dipasang.

Harianjogja.com, JOGJA-Dinas Perhubungan Kota Jogja segera memasang rambu larangan parkir di beberapa titik sepanjang Jalan Prawirotaman dan Jalan Tirtodipuran setelah pemberlakuan jalur searah pada awal Maret mendatang. Kondisi parkir kendaraan yang tidak tertata di kedua ruas jalan tersebut juga menjadi penyebab kesemrawutan jalan.

(Baca Juga : http://www.harianjogja.com/baca/2016/02/26/lalu-lintas-jogja-jalur-searah-tak-kurangi-kemacetan-tapi-kesemrawutan-695153">LALU LINTAS JOGJA : Jalur Searah Tak Kurangi Kemacetan Tapi Kesemrawutan)

Kepala Bidang Rekayasa Lalu Lintas, Dinas Perhubungan Kota Jogja, Made Golkari Yulianta mengatakan pemberlakuan jalan searah tanpa menata parkir tidak akan berdampak banyak, karena parkir di tepi jalan diakui atau tidak menyebabkan penyempitan jalan, yang pada akhirnya timbul kemacetan.

Rencana penataan parkir di Jalan Prawirotaman dan Tirtodipuran adalah larangan parkir di sisi selatan kedua ruas jalan tersebut. Lokasi parkir hanya dibolehkan di sisi utara, “Rambu larangan parkir sudah kita siapkan tinggal dipasang,” kata dia dia saat dihubungi Jumat (26/2/2016).

Yuli-sapaan akrab Made Golkari Yulianta mengatakan, meski Dinas Perhubungan Kota Jogja tidak pernah menerbitkan surat tugas parkir di sepanjang ruas jalan Prawirotaman dan Tirtodipuran. Namun faktanya memang banyak kendaraan parkir di ruas jalan tersebut dan terdapat petugas yang memarkirkan kendaraan.

Ia mengakui tidak memungkinkan menerapkan larangan parkir sepenuhnya di sepanjang kedua jalur searah itu karena Prawirotaman dan Tirtodipuran merupakan menjadi pusat kunjungan wisatawan. Di sisi lain, lokasi parkir juga terbatas dan banyak para pelaku usaha yang tidak menyediakan lahan parkir.

Yuli berharap kedepananya pelaku usaha menyediakn lahan parkir. Pihaknya saat ini sudah pengelola Stasiun Lempuyangan untuk menyedediakan lahan parkir supaya Jalan Lempuyangan yang sudah diterapkan searah tidak banyak kendaraan parkir ditepi jalan. “Parkir di tepi jalan ini sedikit demi sedikit sedang kita atur,” ujar dia.

Sementara itu Joko Santoso, salah satu warga yang tinggal di pinggir Jalan Tirtodipuran mengaku sepakat dengan pemberlakuan searah. Sejauh ini ketua RT 59 RW 16 ini merasa Jalan Tirtodipuran memang semrawut.

Namun demikian, pria yang juga pemilik kafe di jalan tersebut berharap pemeintah mencari solusi soal parkir. “Saya tidak punya lahan yang luas yang bisa dijadikan untuk parkir. Kalau ada larangan parkir bagaimana dengan pengunjung kafe saya nanti,” ucap Joko.

Visilia dan Dian, dua pengelola usaha jasa tour dan travel di Jalan Prawirotaman  juga sepakat dengan jalur searah. Keduanya bahkan sepakat dengan adanya larangan parkir di tepi jalan. “Kalau ingin nyaman mau tidak mau memang pengusaha harus menyediakan lahan parkir,” ucap Visilia