PENATAAN MALIOBORO : PKL Keluhkan Lamanya Pekerjaan Trotoar

Sebuah alat berat mulai menggali trotoar Jalan Malioboro, Kamis (21/4/2016). (Desi Suryanto/JIBI - Harian Jogja)
23 Mei 2016 07:38 WIB Jogja Share :

Penataan Malioboro hingga saat ini masih terus dilakukan.

Harianjogja.com, JOGJA – Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada di sisi timur Malioboro mengeluhkan konsep pengerjaan trotoar yang dinilai lamban. Mereka juga merasa konsep pembangunan tak ramah kepada PKL sehingga mereka harus menunggu lama untuk bisa kembali beroperasi seperti semula.

Perwakilan PKL Malioboro Paul Zulkarnain Minggu (22/5/2016) mengatakan banyak pedagang yang mengeluh karena merasa progres pembangunan trotoar terlalu lama. Sejak April lalu progres pembangunan belum tampak dan pekerjaan baru terlihat sebatas pembongkaran trotoar.

“Progresnya lama sekali, teman-teman jadi bingung ini bisa terlalu lama liburnya,” kata dia.

Tak hanya merasa proses pembangunan lambat, dia juga menyoroti pola kerja yang dinilainya tak efektif. Menurutnya pekerjaan trotoar terlalu fokus pada pembongkaran tanpa ada hasil cor yang bisa segera dirasakan. Padahal konsep awal yang mereka terima adalah pembangunan difokuskan pada satu area terlebih dahulu sebelum bergeser ke area yang lain.

Yang terjadi saat ini, belum selesai pengerjaan di ujung utara trotoar Malioboro pembongkaran sudah dilanjutkan sampai ke tembok sisi utara Dinas Pariwisata DIY. Kondisi itu pun membuat konsep PKL bergeser sementara yang sudah disepakati di awal pengerjaan tak berjalan mulus.

“Mestinya kan yang utara itu sudah cor dulu sehingga PKL yang ada disana bisa mulai beroperasi sambil pekerjanya memasang tegel. Ini kan tidak, semua ditutup seng tinggi dan dibongkar,” beber Paul.

Dia menambahkan, pihak PKL sebenarnya tak keberatan ketika harus diminta bergeser atau tutup sementara. Namun bila terlalu lama pedagang juga akan resah. Terlebih selama ini menurutnya belum ada komunikasi yang baik antara pihak kontraktor dengan PK sehingga PKL kerap kali kebingungan melihat pembangunan trotoar yang tiba-tiba bergeser.

“Kami siap mendukung, tapi tolong pekerjaannya jangan terlalu memakan waktu dan ajaklah kami berkomunikasi agar ada solusi,” imbuh dia.