BAHAN BAKAR MINYAK : Wow, Kenaikan Permintaan BBM Diprediksi Capai 160%

Ilustrasi pengisian bahan bakar minyak jenis Premium di SPBU. (Nurul Hidayat/JIBI - Bisnis)
28 Mei 2016 23:20 WIB Kusnul Isti Qomah Jogja Share :

Bahan bakar minyak untuk kemungkinan kenaikan permintaan dipersiapkan Pertamina.

Harianjogja.com, JOGJA — Menghadapi kemungkinan kenaikan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) pada Ramadan dan Libur Lebaran, PT Pertamina (Persero) DIY dan Surakarta mengambil ancang-ancang menambah suplai.

Branch Manager PT Pertamina (Persero) DIY dan Surakarta Dody Prasetya  menjelaskan suplai bahan bakar DIY dipastikan aman selama Ramadan dan libur Lebaran. Alasannya, suplai BBM di DIY didukung dari TBBM Rewulu dan TBBM Boyolali, kedua TBBM itu mendapat distribusi bahan bakar dari RU Cilacap melalui pipa. Semua produk dari RU Cilacap didistribusikan melaui transfer pipa kecuali avtur yang didistribusikan menggunakan kereta api.

PT Pertamin (Persero) DIY dan Surakarta telah melakukan pemetaan jalur utama mudik yakni di wilayah Kulonprogo yakni Jalur Temon-Gamping  terdapat 10 Stasiun  Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang terletak di Kulonprogo, Sleman, dan Bantul. Untuk jalur Sleman (Meduri-Jombor) terdapat empat SPBU, jalur Wonosari (Gedongkuning-Gunungkidul) terdapat delapan SPBU, jalur Ringroad-outer ringroad terdapat lima SPBU, jalur wisata terdapat lima SPBU, glagah satu SPBU dan di area Jogja terdapat 16 SPBU.

“Kami akan membentuk satuan tugas mulai dari H-15 hingga H+15 Lebaran. Untuk masa puncak konsumsi, kami prediksikan pada H-1 hingga H+4 Lebaran,” ujar dia, Jumat (27/5/2016).

Pertamina memprediksi lonjakan konsumsi bahan bakar selama satgas dan puncak liburan. Untuk bahan bakar premium diperkirakan naik 20% saat satgas dan 160% saat puncak liburan dibanding konsumsi rata-rata harian, solar akan naik 90% hingga 95% baik saat satgas maupun puncak arus mudik dan balik.

“Untuk solar, konsumsinya akan cenderung turun karena saat libur Lebaran, kendaran-kendaraan besar sudah mulai dilarang beroperasi,” kata dia.

Sementara itu, konsumsi pertamax diperkirakan akan naik 160% di saat satgas dan naik 200% hingga 220%. Pertalite akan naik 180% dan 220% hingga 240% saat puncak arus mudik dan balik.

“Kami perkirakan, konsumsi bahan bakar khusus akan mengalami kenaikan lebih tinggi karena masuknya kendaraan-kendaraan dari luar DIY,” ujar dia.

Dody mengungkapkan, pelayanan TBBM akan dilakukan selama 24 jam. Pertamina juga akan memastikan ada penambahan loading order (LO) sehingga stok di SPBU tetap aman dan masyarakat tidak kehabisan bahan bakar. SPBU di jalur wisata juga akan beroperasi selama 24 jam, sedangkan di SPBU yang rawan macet, akan disiagakan truk tangki bahan bakar sehingga tidak akan kendala pengisian bahan bakar.

“Para pengendara tidak perlu khawatir karena persebaran SPBU di DIY sudah memiliki cakupan area di atas 90 persen,” ujar kata dia.

Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak Bumi dan Gas (Hiswana Migas) DIY Siswanto mengatakan, pengusaha SPBU di DIY sudah berkomitmen untuk memastikan stok bahan bakar aman selama Ramadan dan libur Lebaran.

“Untuk stok bbm aman. Kita nanti pantau dengan adanya satgas-satgas,” ujar dia.