BPJS Kesehatan : Dinamika Anggaran dan Kepercayaan Masyarakat
Artikel ini membahas dinamika anggaran BPJS Kesehatan, tantangan pembiayaan JKN, serta pentingnya transparansi, tata kelola yang baik.
Hari jadi Gunungkidul, puncak acara dihadiri masyarakat umum.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Ratusan masyarakat memadati alun-alun Wonosari dalam rangka upacara peringatan hari jadi Gunungkidul ke-185. Upacara dihadiri oleh jajaran PNS, Camat, Kepala Desa serta perangkat desa, Dukuh, dan SKPD. Upacara juga dihadiri oleh Wakil Gubernur DIY KGPA Aryo.
Seluruh peserta upacara menggunakan pakaian adat jawa yakni surjan dan kebaya. Sebelum upacara dimulai seluruh pejabat yakni jajaran pemerintah kabupaten Gunungkidul dan masyarakat peserta upacara disuguhi gelaran tari dengan berbagai atribut dan properti seperti tarian kuda lumping. Upacara dilanjutkan dengan pembacaan pidato oleh Bupati Gunungkidul, Badingah dan juga oleh Wakil Gubernur KGPA Aryo.
Bupati Gunungkidul, Badingah mengatakan harapannya untuk Gunungkidul di usia 185 tahun ini bukan hanya milik pemerintah daerah tetapi juga milik seluruh masyarakat. Sehingga dalam menyambut hari jadi, telah dilaksanakan berbagai rangkaian acara yang juga melibatkan masyarakat.
"Sejak kemarin kita adakan berbagai event dan mengajak seluruh masyarakat Gunungkidul untuk terlibat," kata dia, Jumat (27/5/2016).
Badingah pun menyampaikan dengan bertambahnya usia Gunungkidul diharapkan dapat semakin menyadari adanya potensi yang dimiliki, terutama SDA, SDM, serta kearifan lokal yang berada di tengah masyarakat harus dioptimalkan. Sehingga dengan kesadaran tersebut dapat mewujudkan masyarakat yang berdaya saing maju dan makmur.
Selain itu ia juga menyampaikan ada beberapa hal yang mesti mengalami perbaikan, yakni tata kelola pemerintahan. Tak melupakan perubahan pula pada SDM, infrastruktur daerah, pengelolaan dan pelestarian SDA yang berkelanjutan.
Sementara itu, Wakil Gubernur KGPA Aryo yang turut hadir tak dapat memberikan banyak komentar terhadap perayaan hari jadi Kabupaten Gunungkidul. Ia hanya berharap Gunungkidul terus memberikan perubahan ke arah yang lebih positif.
"Harapannya semoga ke depan lebih baik lagi," ungkapnya tergesa meninggalkan lokasi upacara.
Dalam perayaan tersebut diakhiri dengan gerebeg gunungan. Sebanyak 18 gunungan disediakan oleh masing-masing kecamatan yang disesuaikan dengan potensi lokal masing-masing, seperti kecamatan Patuk yang mempersembahkan gunungan minuman coklat sachet dan paling berhasil menarik minat masyarakat. Di akhir giat upacara gunungan diarak menuju tengah alun-alun Wonosari untuk selanjutnya masyarakat saling berebut hasil bumi maupun olahan produk khas kecamatan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Artikel ini membahas dinamika anggaran BPJS Kesehatan, tantangan pembiayaan JKN, serta pentingnya transparansi, tata kelola yang baik.
Kapolri Suyudi Ario Seto mendalami 98 kasus karhutla yang melibatkan korporasi. Lima perusahaan telah dicabut izinnya dengan total konsesi 92.464 hektare.
Cek jadwal perpanjangan SIM Sleman 20 Oktober 2026 di Polsek Cangkringan, lengkap dengan lokasi layanan, jam operasional, dan persyaratan.
Tujuh terdakwa kasus Little Aresha meminta dibebaskan. Tim penasihat hukum menilai para pengasuh menjalankan SOP yang ditetapkan manajemen daycare.
BMKG memperingatkan dampak tidak langsung Siklon Tropis Champi di Indonesia timur, termasuk potensi gelombang laut setinggi 1,25–2,5 meter.
Danantara mendukung reformasi pasar modal Indonesia bersama OJK dan BEI setelah MSCI menyoroti transparansi dan tata kelola saham.