DANA PENSIUN : Taspen Jamin Tidak Ada Keterlambatan Pencairan Dana Pensiun

IIustrasi uang
30 Mei 2016 12:57 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Dana pensiun yang dicairkan melallui PT Taspen dijamin tepat waktu

Harianjogja.com, JOGJA-PT Taspen (Persero) menjamin tidak ada keterlambatan pencairan gaji pensiun. Hal ini dikarenakan Taspen melakukan jemput bola dengan bekerja sama dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) di setiap kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kerjasama ini untuk mendapatkan data pegawai yang akan memasuki masa pensiun.

“BKD punya data siapa saja pegawai yang akan pensiun. BKD telah mengumpulkan formulir untuk calon pensiunan sehingga Taspen bisa mengakses data ini lebih cepat,” kata Kepala PT Taspen (Persero) Cabang Jogja Tumpak Pardede, pekan lalu.

Dengan cara ini, para pensiunan tidak perlu datang ke kantor Taspen untuk memproses pencairan gaji pensiun pertamanya.

Taspen juga menyederhanakan dokumen yang diperlukan untuk memproses gaji pensiun. Kini taspen hanya membutuhkan empat dokumen yakni Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), KTP, pas foto, dan buku rekening. Sementara untuk data-data lain yang terkait dengan calon pegawai sudah dimiliki oleh PT Taspen.

“Dengan layanan klaim otomatis ini tanggal satu kita sudah transfer dan tanggal dua [pensiun pertama] sudah bisa terima lah. Jadi tidak ada keterlambatan,” ujarnya.

Pardede mengatakan, layanan cepat ini masih belum dapat diterapkan untuk para pensiunan dini. Menurutnya, konsep pensiun dini tidak memiliki batas waktu. Sewaktu-waktu pegawai bisa mengajukan pensiun dini yang bisa disebabkan karena sakit atau terjerat kasus. Untuk itu Taspen kesulitan membuat sistem untuk pensiunan dini.

PT Taspen memang belum memiliki sistem untuk mengatur layanan klaim otomatis bagi para pensiun dini. Sehingga, mereka harus memproses gaji pensiunnya dengan datang ke kantor Taspen. Lain dengan pegawai yang memasuki masa pensiun sesuai aturan yakni 58 tahun.

PT Taspen tidak hanya berperan menyalurkan dana pensiun kepada para pensiunan tetapi juga turut mewadahi pertemuan para pensiunan yang tergabung dalam Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI).