Advertisement
MITIGASI BENCANA : Antisipasi Erupsi, Desa Lereng Merapi Bentuk Sister Village
Advertisement
Mitigasi bencana di kawasan Merapi
Harianjogja.com, SLEMAN -- Sejumlah desa di lereng Gunung Merapi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta membuat kesepakatan bersama untuk membentuk "sister village" sebagai upaya dalam penanggulangan bencana erupsi.
Advertisement
Penandatangan kesepakatan antara Desa Umbulharjo, Cangkringan dengan Desa Umbulmartani, Ngemplak dilakukan di Barak Pengungsian Brayut Wukirsari Cangkringan.
Kemudian, Desa Kepuharjo Cangkringan dengan Desa Bimomartani Ngemplak, Desa Wukirsari, Cangkringan dengan Desa Bimomartani Ngemplak dan Desa Argomulyo, Cangkringan dengan Desa Tirtomartani Kalasan dilakukan di Barak Pengungsian Kiyaran, Wukirsari Cangkringan.
Penandatanganan kesepakatan tersebut disaksikan Bupati Sleman Sri Purnomo dan sebagai saksi Kepala BPBD Kabupaten Sleman Julistiono Dwi Wasito, MM dan Camat Cangkringan Edy Harmana.
"Perjanjian kerja sama tersebut tentang penampungan bila terjadi bencana erupsi Gunung Merapi, sebagai desa yang berdampak erupsi Merapi baik Desa Umbulharjo, Kepuharjo, Wukirsari dan Argomulyo Cangkringan, maka sebagai desa penyangga/penampung pengungsi bila terjadi bencana erupsi merapi adalah Desa Umbulmartani, Bimomartani dan Tirtomatani," kata Julisetiono seperti dikutip dari Antara, Selasa (31/5/2016)
Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakanupaya mitigasi bencana tidak bisa berhasil tanpa kesatuan langkah semua unsur yang terlibat.
"Karenanya kami ingin mengajak seluruh jajaran untuk dapat terus menjaga semangat dan komitmen dalam mengoptimalkan peran dan fungsinya dalam upaya mitigasi bencana di Kabupaten Sleman," katanya.
Ia mengatakan, semua unsur memiliki kesiapan dan kesiapsiagaan dalam menjalankan peran dan fungsinya saat menghadapi bencana menjadi tujuan yang harus diwujudkan. Sehingga dapat meminimalisir jatuhnya korban jiwa dan kerugian oleh bencana.
"Gladi lapang menjadi media yang sangat strategis dalam mengaplikasikan pengetahuan dan pemahaman dalam mitigasi bencana," katanya.
Menurut dia, gladi lapang juga menjadi moment dalam menggali secara lebih dalam apa saja yang harus dipersiapkan baik oleh masyarakat, relawan maupun Unit Operasional Penanggulangan Bencana Kecamatan dan Unit Pelaksana Penanggulangan Bencana Desa ketika dihadapkan pada kondisi nyata.
"Disamping itu, kegiatan tersebut juga menjadi media koordinasi bagi seluruh unsur yang terlibat, sehingga dapat semakin solid sebagai satu kesatuan dalam upaya mitigasi bencana" katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pembangunan Ratusan Sekolah Rakyat Dikebut, Ditarget Kelar Juli 2026
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Peningkatan Arus Balik Lebaran di Bantul, Jalan Tetap Lancar
- Satu Napi di Wonosari Langsung Bebas Setelah Dapat Remisi Lebaran
- Besok Masuk Kerja ASN Bantul Diminta Tancap Gas Meski WFA
- Stok Pangan di Jogja Melimpah Saat Permintaan Lebaran Naik
- Puncak Arus Balik Penumpang Kereta di Jogja Tembus Puluhan Ribu
Advertisement
Advertisement



