BUNUH DIRI BANTUL : Pekerja Bangunan Bunuh Diri dengan Menggorok Leher Sendiri

Ilustrasi (JIBI/Solopos - Antara)
02 Oktober 2016 17:20 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

Bunuh diri Bantul dilakukans seorang pekerja bangunan

Harianjogja.com, BANTUL- Pekerja bangunan asal Magelang, Jawa Tengah bunuh diri dengan cara mengenaskan. Kejadian itu menambah panjang daftar kasus bunuh diri di Bantul.

Kejadian tragis itu dialami oleh Dedi Suyanto, 25, warga Dusun Gedowo, Rejosari, Bandungan, Magelang pada Sabtu (1/10/2016) sekitar pukul 09.00 WIB. Korban diketahui bekerja sebagai kuli bangunan di sebuah rumah di Dusun Pringgolayan, Desa Banguntapan, Kecamatan, Banguntapan bersama tiga rekannya, yaitu Muhamad Juli, 42, Agus Munawir Kurniawan, 21 dan Muhamad Muntasim, 48.

Mereka mengerjakan pembangunan di lantai dua. Bangunan milik salah seorang warga Pringgolayan itu rencananya akan dijadikan indekost. Sekitar sepuluh menit sebelum kejadian atau sekitar pukul 08.50 WIB, korban mengatakan ke rekan-rekannya hendak mengambil campuran semen di lantai bawah. Namun hingga sepuluh menit berlalu, korban tidak kunjung naik ke lantai dua melanjutkan pekerjaan.

Rekan korban bernama Agus Munawirr Kurniawan lalu turun ke bawah untuk memastikan kondisi korban. Saksi terkejut mendapati korban sudah bersimbah darah di salah satu ruangan kamar di lantai bawah dengan kondisi urat leher sudah terputus. Korban diketahui menggorok lehernya dengan mesin pemotong keramik atau Mesin Circle. Korban mengalami luka dengan kedalaman hingga enam sentimeter. Kejadian ini lalu dilaporkan ke Polsek setempat.

Kepala Polsek Banguntapan Komisaris Polisi (Kompol) Suharno mengatakan, korban diduga bunuh diri karena mengalami depresi. Beberapa waktu belakangan, rekan-rekannya mendengar korban sering merasa ketakutan seolah-olah dikejar seseorang hendak dibunuh.

Depresi itu muncul setelah korban dibegal penjahat yang membawa kabur uang miliknya senilai Rp15 juta. “Kemungkinan dia bunuh diri karena depresi,” terang Kepala Polsek Banguntapan Komisaris Polisi (Kompol) Suharno kepada media, Sabtu (1/10/2016).

Sejauh ini polisi meyakini korban meninggal murni bunuh diri bukan tindak kriminal. Di Mesin Circle, polisi hanya menemukan sidik jari korban. Kendati demikian kata Suharno, polisi tetap mengumpulkan berbagai keterangan untuk menyelidiki apakah ada tindak kriminal dalam kejadian ini.