Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Salah satu pedagang sayuran di Pasar Demangan duduk menunggu pembeli, Senin (3/10/2016). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja)
Musim hujan membuat sayuran di pasar mudah busuk
Harianjogja.com, JOGJA-Hujan membuat keuntungan pedagang sayuran di pasar tradisional menurun. Selain karena jumlah pembeli yang berkurang, mudah busuknya sayuran juga menjadi faktor pemicu.
Salah satu pedagang sayuran Pasar Demangan Ingah mengatakan, semua jenis sayuran mudah busuk saat musim hujan. Terutama untuk jenis sayuran seperti sawi hijau, bayam, sawi putih, dan sayuran lainnya yang dikonsumsi pada bagian daunnya. “Sehari harus habis, kalau tidak besoknya sudah busuk,” kata Ingah pada Harian Jogja, Senin (3/10/2016).
Saat musim hujan, berbagai jenis sayuran memang tidak tahan lama. Paling tidak dalam waktu dua hari sudah mulai membusuk. Jika pedagang tidak segera menjualnya, mereka justru akan rugi karena sayuran tersebut akan busuk dan terbuang sia-sia.
Ingah mendatangkan sayuran dari Muntilan, Jawa Tengah. Ia mengaku harus berebut jatah dengan pembeli lain karena pasokan sayuran di Muntilan juga sedikit. “Kualitas sayurannya jelek-jelek jadi kalau kulakan ke sana harus rebutan,” ujarnya.
Dalam kondisi pasokan menipis seperti itu, ia memprediksi tidak akan lama lagi terjadi kenaikan harga sayuran. Hal tersebut sudah ia prediksi karena selalu terjadi setiap tahun saat musim hujan tiba.
Harga bunga kol dan brokoli yang normalnya hanya Rp12.500 dan Rp14.000 per kilogram, bisa melebihi Rp20.000 per kg. Ingah pun lebih memilih mengurangi dagangannya daripada menanggung risiko dagangannya busuk dan tidak laku.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Pelajar asal Ngampilan tewas dibacok dalam aksi klitih di Kotabaru Jogja setelah diduga dikejar pelaku dari Jalan Magelang.
Wali Kota Solo Respati Ardi mengevaluasi petugas keamanan Stadion Manahan setelah kasus hilangnya sepeda Polygon viral di media sosial.
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.