MUSIM HUJAN : Sayuran di Pasar Mudah Busuk, Pedagang Kurangi Persediaan

Salah satu pedagang sayuran di Pasar Demangan duduk menunggu pembeli, Senin (3/10/2016). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI - Harian Jogja)
03 Oktober 2016 12:27 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Musim hujan membuat sayuran di pasar mudah busuk

Harianjogja.com, JOGJA-Hujan membuat keuntungan pedagang sayuran di pasar tradisional menurun. Selain karena jumlah pembeli yang berkurang, mudah busuknya sayuran juga menjadi faktor pemicu.

Salah satu pedagang sayuran Pasar Demangan Ingah mengatakan, semua jenis sayuran mudah busuk saat musim hujan. Terutama untuk jenis sayuran seperti sawi hijau, bayam, sawi putih, dan sayuran lainnya yang dikonsumsi pada bagian daunnya. “Sehari harus habis, kalau tidak besoknya sudah busuk,” kata Ingah pada Harian Jogja, Senin (3/10/2016).

Saat musim hujan, berbagai jenis sayuran memang tidak tahan lama. Paling tidak dalam waktu dua hari sudah mulai membusuk. Jika pedagang tidak segera menjualnya, mereka justru akan rugi karena sayuran tersebut akan busuk dan terbuang sia-sia.

Ingah mendatangkan sayuran dari Muntilan, Jawa Tengah. Ia mengaku harus berebut jatah dengan pembeli lain karena pasokan sayuran di Muntilan juga sedikit. “Kualitas sayurannya jelek-jelek jadi kalau kulakan ke sana harus rebutan,” ujarnya.

Dalam kondisi pasokan menipis seperti itu, ia memprediksi tidak akan lama lagi terjadi kenaikan harga sayuran. Hal tersebut sudah ia prediksi karena selalu terjadi setiap tahun saat musim hujan tiba.

Harga bunga kol dan brokoli yang normalnya hanya Rp12.500 dan Rp14.000 per kilogram, bisa melebihi Rp20.000 per kg. Ingah pun lebih memilih mengurangi dagangannya daripada menanggung risiko dagangannya busuk dan tidak laku.