DANA DESA : 6 Desa di Sleman Belum Bisa Cairkan, Ini Penyebabnya

One hundred thousand rupiah notes are seen through a magnifying glass in this photo illustration taken in Singapore, in this file picture taken March 14, 2013. Banks in Singapore are stubbornly against adopting domestically set reference rates for derivative contracts in the Indonesia rupiah, despite preparing to drop their own rate fixing for the Malaysian ringgit and Vietnamese dong. To match Analysis MARKETS-INDONESIA/FIXING REUTERS/Edgar Su - Files (SINGAPORE / Tags: BUSINESS)
07 Oktober 2016 21:20 WIB Sleman Share :

Dana desa di enam desa yang ada di Sleman belum bisa dicairkan

Harianjogja.com, SLEMAN- Dana Desa bagi enam pemerintah desa (Pemdes) belum dapat dicairkan. Keenam desa tersebut belum menyelesaikan laporan realisasi penggunaan dana desa termin sebelumnya.

Kepala Sub Bagian Pendapatan dan Kekayaan Desa Bagian Pemerintahan Setda Sleman Al-Khalik menjelaskan, keenam desa tersebut meliputi Desa Mororejo, Pakembinangun, Hargobinangun, Sendangtirto, Jogotirto dan Donoharjo.

"Laporan realisasi penggunaan dana desa tahap pertama minimal 50 persen, belum diselesaikan. Itu syarat untuk pencairan dana desa termin kedua," jelas Khalik di kantornya, Kamis (6/10/2016).

Total DD termin kedua yang turun dari pusat pada Senin (4/10/2016) kemarin sebesar Rp25,2 miliar ke rekening Dinas Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (DPKAD). Praktis pencairan dana desa (DD) tahap kedua, hanya dilakukan bagi 80 desa saja.

Jumlah DD yang akan ditransfer ke rekening kas desa (RKD) sebesar Rp23 miliar. Sisanya sekitar Rp2,2 miliar masih menunggu selesainya laporan dari keenam desa tersebut.

"Kalau keenamnya sudah melaporkan realisasi DD tahap pertama, baru kami rekomendasikan DPKAD untuk ditransfer ke RKD," tuturnya.

Khalik berharap, keenam desa tersebut segera menyampaikan laporannya. Pihaknya mengaku sudah menghubungi keenam desa tersebut agar segera menyerahkan laporan penggunaan DD tahap pertama.

"Kemungkinan sudah realisasinya mencapai lebih 50 persen, tetapi belum dilaporkan. Kami tunggu laporan itu," tegas Khalik.

Terkait penyerapan DD tahap kedua, masing-masing Pemdes sudah menyiapkan program prioritas, baik pemberdayaan masyarakat maupun pembangunan fisik. Dia berharap, Pemdes mampu memaksimalkan program hingga akhir tahun.

"Pencairan DD tahap pertama juga mundur sehingga penyerapan DD di beberapa desa belum maksimal. Apalagi saat itu terbentur puasa dan lebaran," katanya.