Labuhan Pantai Glagah Disambut Aksi Protes Penggarap PAG

Ratusan penggarap PAG menggelar spanduk berisikan protes akan nominal kompensasi ganti rugi bandara di sisi jalan yang dilalui rombongan Puro Pakualaman dalam upacara labuhan di Pantai Glagah, Rabu (12/10/2016). (Sekar Langit Nariswari/JIBI - Harian Jogja)
12 Oktober 2016 16:20 WIB Sekar Langit Nariswari Kulonprogo Share :

Labuhan Pantai Glagah yang digelar hari ini disambut dengan aksi protes penggarap Pakualaman Grond

Harianjogja.com, KULONPROGO-Ratusan penggarap Pakualaman Grond (PAG) menggelar aksi protes dalam upacara labuhan di Pantai Glagah, Temon, Rabu (12/10/2016).

Para penggarap melakukan protes dengan berdiri sambil membawa spanduk tuntutan di sepanjang jalan menuju lokasi labuhan.

Penggarap mengeluhkan nominal kompensasi dari Puro Pakualaman untuk ganti rugi PAG terdampak bandara sebesar Rp25 miliar yang dirasa tidak memuaskan.

Sumantoyo, Ketua Forum Komunikasi Penggarap Lahan Pesisir (FKPLP) mengatakan bahwa aksi protes tersebut memang sengaja dilakukan tanpa orasi untuk menyampaikan pendapat. “Kami sudah lelah bicara, biar kerabat Puro Pakualaman melihat saja,” jelasnya ditemui di lokasi.

Penggarap menggelar sekitar 25 spanduk di sisi jalan yang dilalui oleh rombongan Puro Pakulaman. Sumantoyo menguraikan pemilihan lokasi dan pelaksanaan aksi tersebut sengaja dilakukan untuk mengetuk hati nurani kerabat Puro Pakualaman.

Selain itu, ini juga menjadi kesempatan untuk menemui langsung pihak Puro Pakualaman.

Penggarap awalnya berjalan menuju lokasi labuhan di sekitar bibir pantai Glagah. Sesampainya di lokasi, penggarap berdiri dengan rapi dan berderet di sisi jalan.

Ketika rombongan Puro Pakualaman melintas, para penggarap ini tak bersuara sama sekali dan tetap diam sembari memegang spanduknya masing-masing. Meski aksi ini menarik perhatian namun rombongan sama sekali tak terganggu dan iring-iringan tetap berlanjut sepeti biasa.