BANDARA KULONPROGO : Polres dan Angkasa Pura 1 Sepakat Amankan Aset Lahan Bandara

PT Angkasa Pura 1 dan Polres Kulonprogo melakukan penandatanganan MOU terkait pengamanan aset dan prmbangunan Bandara NYIA, Kamis (20/10/2016) di Polres Kulonprogo. (Sekar Langit Nariswari/JIBI - Harian Jogja)
20 Oktober 2016 18:55 WIB Sekar Langit Nariswari Kulonprogo Share :

Polres Kulonprogo dan PT Angkasa Pura 1 menandatangani note kesepahaman untuk penjagaan aset di atas lahan dan pembangunan bandara di Polres Kulonprogo

Harianjogja.com, KULONPROGO -PT Angkasa Pura 1 dan Polres Kulonprogo menandatangani note kesepahaman untuk penjagaan aset di atas lahan dan pembangunan bandara di Polres Kulonprogo, Kamis (20/10/2016).

Tahap pertama, jajaran kepolisian akan mengerahkan 110 personil yang mungkin ditingkatkan sesuai kebutuhan di lapangan.

Nota kesepahaman ditandatangani oleh Sujiastono, Project Manager Kantor Proyek Pembangunan Bandara NYIA PT Angkasa Pura I dan Kapolres Kulonprogo, AKBP Nanang Djunaedi.

Perjanjian tersebut terdiri dari 8 bab dan 14 pasal yang meliputi sejumlah aspek antara lain biaya dan masa berlaku. Nanang Djunaedi menjelaskan bahwa 110 personil akan ditugaskan dalam satgas yang melakukan patroli di lahan bandara seluas 587,0453 hektar di Kecamatan Temon.

Tahap pertama, petugas akan memberikan edukasi kepada warga untuk tidak melakukan tindakan apapun yang merusak aset milik negara. Mendatang, jumlah personil akan ditambah khususnya pada tahap peletakan batu pertama dan pembangunan fisik.

Sesuai yang tertera, perjanjian ini akan berlaku hingga 6 bulan mendatang. Namun, masa berlaku mungkin diperpanjang sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.

Adapun, biaya operasional sendiri akan ditanggung oleh pihak Angkasa Pura. Namun, Polres Kulonprogo berhak mengajukan biaya untuk sejumlah kegiatan. Nanang menguaraikan bahwa biaya disesuaikan dengan standar indeks operasi sebesar Rp90.000 per hari.

“Pembiayaan disesuaikan dengan standar Rp90.000 yang terdiri dari 5 item,”jelasnya seusai penandatangan kemarin.

Kelima item tersebut yakni dana kodal, satuan, kesehatan, BBM, serta uang saku. Meski demikian, Nanang mengatakan bahwa besaran jumlah anggaran yang dibutuhkan sendiri belum bisa diperkirakan. Jumlah kebutuhan anggaran akan dihitung lebih rinci sesuai dengan kebutuhan setiap tahapan.