PILKADES BANTUL : Proses Hukum Berjalan, Ini Peran Kesepakatan Damai

dokumen
26 Oktober 2016 10:20 WIB Arief Junianto Bantul Share :

Pilkades Bantul yang sempat rusuh kini suasana mulai reda.

Harianjogja.com, BANTUL -- Meski antara kubu pemuda pendukung salah satu calon Lurah Desa Jatimulyo dan Tuyono selaku pemilik warung bakso yang mereka bakar telah mencapai kesepakatan damai, pihak kepolisian tetap melanjutkan proses hukum atas kasus pengrusakan dan pembakaran itu. Bahkan Kamis (27/10/2016), pihak penyidik Satreskrim Polres Bantul akan melanjutkan pemeriksaan terhadap para tersangka.

Kasatreskrim Polres Bantul AKP Anggaito Hadi Prabowo menyampaikan jika proses penyidikan terus berlanjut hingga ke persidangan, maka kesepakatan damai itulah yang bisa berperan di persidangan kelak. Setidaknya kesepakatan damai itu bisa menjadi salah satu unsur yang digunakan pengadilan untuk memutuskan vonis terhadap para tersangka.

Terpisah, Kapolsek Dlingo AKP Amir Machmud menegaskan, kondisi di wilayahnya kini sudah berangsur kondusif. Setelah sebelumnya, saat pencoblosan Pemilihan Lurah Desa (Pilurdes) Jatimulyo, Minggu (23/10/2016) lalu, sekelompok pemuda Dusun Dodokan Desa Jatimulyo mengamuk dan melakukan pembakaran warung bakso milik Tuyono.

(Baca juga : http://www.solopos.com/2016/10/24/pilkades-bantul-di-jatimulyo-sempat-diwarnai-kerusuhan-763020">PILKADES BANTUL : Di Jatimulyo, Sempat Diwarnai Kerusuhan)

Sehari setelah insiden itu, Tuyono dan pihak pemuda lantas melakukan rembug untuk mencapai kesepakatan damai. Dalam kesepakatan itu, Tuyono menyatakan ikhlas dengan apa yang dialaminya.

“Tuyono ikhlas. Diberikan ganti rugi syukur, tidak juga tidak apa-apa. Toh mereka juga satu dusun kok,” ucap Amir.

Meski begitu, kabarnya para pemuda dan tokoh masyarakat di Dusun Dodokan telah sepakat untuk secara swadaya memberikan ganti rugi seadanya kepada Tuyono. Menurutnya, ini adalah salah satu bukti itikad baik warga untuk menjalin hubungan baik dengan sesamanya.