PILKADA JOGJA : Tiap Paslon Punya Jatah Kampanye 51 Hari

Ilustrasi pemilihan umum kepala daerah (JIBI/Harian Jogja - Istimewa)
28 Oktober 2016 06:20 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Pilkada Jogja, tiap paslon punya cara tersendiri tarik perhatian masyarakat.

Harianjogja.com, JOGJA -- Masing-masing pasangan calon walikota dan wakil walikota Jogja memiliki strategi tersendiri dalam memikat hati masyarakat.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jogja, Wawan Budianto mengatakan jadwal kampanye kedua paslon sudah ditetapkan dan disetujui oleh kedua tim pemenangan paslon. Masing-masing paslon mendapat jatah kampanye 51 hari dimulai hari ini, Jumat (28/10/2016) untuk paslon nomor urut

“Kami jadwalkan kampanye secara bergantian, satu hari satu pasangan calon,” kata Wawan, Kamis (27/10/2016)

Imam Priyono merupakan petahana wakil walikota Jogja yang sudah cuti diluar tanggungan negara mulai hari ini. sementara wakilnya Achmad Fadli merupakan Asisten Bidang Pemerintahan Dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah yang mengajukan pensiun dini mulai hari ini juga. Sebelum jadi asisten, Fadli pernah menjabat sebagai camat Gedongtengen, kemudian lama menjabat sebagai Kepala Dinas Pengelolaan Pasar.

Sementara Haryadi Suyuti mengatakan masih akan mengkomunikasikan terlebih dahulu bentuk kampanye yang akan dilakukan mulai hari kedua kepda tim pemenangannya. Kemarin dirinya masih fokus mengurus proses peralihan kepemimpinan Kota Jogja kepada pelaksana tugas Walikota Jogja Sulistyo.

Haryadi Suyuti dan Heroe Poerwadi merupakan paslon nomor urut dua. Haryadi sebagai walikota Jogja mulai cuti diluar tanggungan negara, hari ini, untuk kampanye yang dimulai hari kedua kampanye, Sabtu (29/10/2016). Sementara wakilnya Heroe Poerwadi merupakan ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN).

Soal kampanye terbuka, Haryadi mengaku akan mengkomunikasikan kepada tim suksesnya untuk tidak mengambilnya dan diganti dengan kampanye dalam bentuk lain yang menghibur dan menjadi tontonan masyarakat. Ia juga berharap selama masa kampanye simpatisannya bisa berjalan aman, lancar, dan damai,

“Jangan sampai ada gangguan keamanan,” tegas Haryadi.