KECELAKAAN KULONPROGO : Dua Penderes Jatuh Dalam 3 Hari Terakhir

Ilustrasi mayat (JIBI/Harian Jogja - Antara)
14 November 2016 18:20 WIB Sekar Langit Nariswari Kulonprogo Share :

Kecelakaan Kulonprogo dialami penderes nira kelapa

Harianjogja.com, KULONPROGO-Seorang kakek berusia 78 tahun, Marto Dinoyo, ditemukan meninggal karena jatuh saat menderes  nira di Dusun Gunung Penthul, Karangsari, Pengasih pada Minggu (13/11/2016). Pada hari sebelumnya, Sudiwiyono, seorang penderes nira asal Sedan, Sidorejo, Lendah juga tewas akibat tergelincir dari pohon kelapa.

Wiji Raharjo, saksi mata, menjelaskan bahwa korban biasanya bekerja dengan menebang pohon dan memetik buah kelapa. Korban yang merupakan warga Dusun Ngruno ini memang biasa bekerja di daerah Dusun Gunung Penthul.

Kematiannya diketahui karena korban tak juga pulang meski sudah pergi berjam-jam sejak siang hari. “Kemudian saya dan keluarganya mencari sekitar sore harinya,” ujarnya, Senin (14/11/2016).

Jasad korban kemudian ditemukan setelah hari menjelang gelap dalam kondisi tertelungkup di bawah pohon kelapa. Wiji menguraikan bahwa ketika diperiksa korban kemungkinan sudah meninggal dunia dan kemudian dibawa pulang ke rumah.

Jasad korban kemudian diperiksa oleh petugas Puskesmas Pengasih 2 dan ditemukan luka-luka di bagian pelipis kanan yang membengkak dan lecet, lutur, dan siku.

Sebelumnya, Sudiwiyono, tewas setelah terjatuh dari pohon kelapa yang diduga licin terkena guyuran air hujan. Korban merupakan penderes nira yang pamit kepada anaknya, Ririn, untuk ke kebun dan mengambil Nira. “Sebenarnya sedang kurang sehat saat itu, tap tetap berangkat,” jelas Ririn.

Ia kemudian mencari ayahnya ke kebun setelah 2 jam tak juga kembali ke rumah. Kemudian, ia menemukan jasad ayahnya dalam keadaan terlentang di tanah dan sudah meninggal dunia.

Setelah warga berdatangan memberi pertolongan, petugas kepolisian juga datang dan melakukan olah TKP. Menurut Ririn, hasil penyelidikan membuktikan bahwa kejadian tersebut merupakan kecelakaan karena korban kurang berhati-hati saat mengambil nira.