Jogja Diguncang Gempa hingga 2 Kali Sepekan, Bagaimana Aktivitas Gunung Merapi?

Foto ilustrasi Gunung Merapi (Gigih M. Hanafi)
18 November 2016 11:48 WIB Sunartono Sleman Share :

Gempa Jogja yang terjadi Jumat pagi belum berdampak pada aktivitas Gunung Merapi

Harianjogja.com, JOGJA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) DIY menyatakan belum ada dampak yang ditimbulkan akibat gempa tektonik terhadap aktifitas kegempaan Gunung Merapi.

Hingga saat ini status Merapi masih normal. Masyarakat di sekitar lereng Merapi diimbau untuk beraktifitas seperti biasa.

Gempa berkekuatan 5 SR berpusat di barat daya Gunungkidul, DIY dengan kedalaman 10 kilometer, terjadi pada Jumat (18/11/2016) sekitar pukul 09.19 WIB. Gempa tersebut dirasakan sekitar empat detik di hampir sebagian besar wilayah DIY dan sekitarnya. Sejumlah warga yang beraktifitas di dalam ruang banyak yang berhamburan.

Kepala BPPTKG DIY I Gusti Made Agung Nandaka menegaskan, gempa tektonik yang mengguncang wilayah DIY dan sekitarnya pada Jumat (18/11/2016) pukul 09.19 WIB tidak berdampak pada peningkatan aktifitas Gunung Merapi.

Pihaknya telah melakukan pengecekan terhadap aktifitas kegempaan Merapi pasca terjadinya gempa tektonik, hasilnya tidak ada peningkatan, alias masih tetap normal.

"Kalau setelah gempa tadi [Jumat pukul 09.19 WIB] sampai sekarang belum ada pengaruh, sampai saat masih normal aktifitas kegempaannya [Merapi]," terang Made, Jumat (18/11/2016).

Ia mengatakan, dampak gempa tektonik terhadap peningkatan aktifitas gunung berapi biasanya tidak langsung terjadi. Akantetapi, butuh beberapa hari hingga pekan pasca terjadinya gempa tektonik. Akantetapi, melihat adanya peristiwa gempa tektonik yang berdurasi kerap terjadi di wilayah Jawa beberapa hari terakhir, Made menegaskan tidak berpengaruh terhadap aktifitas Merapi.

"Tetapi biasanya tidak langsung pengaruhnya, mungkin perlu beberapa hari atau pekan. Tetapi setelah beberapa kali gempa tektonik ini, kegempaan Merapi tidak terpengaruh, landai saja, masih normal. Kami belum mendeteksi adanya perubahan aktifitas merapi yang terjadi setelah beberapa kali gempa ini," jelasnya.